Home
27 April 2013    
Berita Terkini

 

::Boga
Oleh-oleh Khas Bali Terlaris *Produksi Pie Susu 5 Ribu Buah per Hari

Sebagai daerah tujuan wisata, bisnis makanan merupakan sektor usaha yang potensial di Bali. Camilan oleh-oleh khas Bali di antaranya. Dari sekian banyak camilan khas Bali yang disukai pasar, pie susu kini menduduki tingkat teratas kue yang dicari sebagai oleh-oleh khas dari Bali. Bagaimana peluang bisnisnya?

pie susuCAMILAN khas Bali yang banyak dijadikan sebagai oleh-oleh Pulau Dewata sangat beragam mulai kacang disko, kapri, kara, kacang telur, asin, kacang model rahayuan, sele salak, brem Bali, ceker ayam, salak Bali, dodol, dan lainnya.

Seiring perkembangan zaman, ternyata pei susu mampu menjadi camilan terlaris saat ini.

Peluang bisnis pie susu sejak awal 2000 terus beranjak naik hingga booming di 2010 hingga saat ini. Itu ditandai dengan melonjaknya permintaan pie susu Bali terutama di sentra-sentra pertokoan yang khusus menjual camilan oleh-oleh Bali.

Pemilik usaha pie susu ternama di Jalan Nangka Selatan, Denpasar, Made Lodra mengatakan, pie susu sudah ada sejak 1989 dan terus berkembang menjadi camilan terlaris saat ini. Pie susu bahkan menjadi trend mark oleh-oleh khas Bali sejak booming di era 2000.

“Jika menyebut oleh-oleh khas Bali kini wisatawan domestik pasti berorientasi mencari pie susu Bali,” kata pemilik Pie Susu Asli Enaaak ini.

Keistimewaan pie susu terletak dari tekstur yang lembut, bentuk unik bundar tipis diameter sekitar 7 cm dengan susu di dalamnya, rasa susu yang dipadukan dengan gula pasir dan mentega menjadi cita rasa yang spesial. Untuk rasa terdiri atas rasa cokelat dan pie susu rasa original.

Bagian tengahnya terasa lembut dengan bagian kulitnya terasa sangat garing. Rasa krenyes dan tidak berbau amis meskipun terbuat dari telur dan susu.

Karenanya, kue khas ini banyak diburu oleh para wisatawan. Ditambah teknik pengolahan yang khas Bali menjadikan pei susu Bali disukai wisatawan domestik, mancanegara, selain tentunya pasar lokal.

“Pangsa pasar kami selain toko oleh-oleh khas Bali adalah melayani pemesanan dari konsumen Surabaya, Bandung, Jakarta, Yogyakarta, Kalimantan, Makassar hingga Indonesia Timur,” ujarnya.

Untuk melayani pemesanan berbagai kalangan, ia mampu memproduksi pie susu rata-rata 3.000-5.000 buah per hari. Dengan jumlah pengovenan tiga susun sebanyak 8 unit.

Setiap mengolah pie selama dua jam, ia mampu membuat 5.000 buah pie susu dari pukul 8.00 hingga pukul 20.00. Momen-momen liburan produksi bisa lebih dari 5.000 per hari. Untuk melayani penjualan luar Bali, pihaknya menggunakan transportasi udara dengan kemasan kotak khusus.

Kue pie susu ini bisa bertahan cukup lama sampai 4 hari di tempat biasa, namun bisa sampai dua minggu kalau dimasukkan ke dalam kulkas atau lemari pendingin. Untuk biaya pengiriman tergantung jarak. Satu contoh untuk Jakarta dengan berat 1 kg isi 30 biji berkisar Rp 11.000.

Harga pie susu ditawarkan berkisar Rp 2.500 per pcs. Menghadapi persaingan yang kian ketat, diakui pemilik dua cabang pie susu ini, dengan menjaga mutu mulai penggunaan bahan baku yang berkualitas serta pilihan. Terkait omzet, dengan berat hati Lodra mengatakan, dengan produksi 5.000 setiap hari jika dikalikan Rp 2.500 per buah, jumlahnya dapat dihitung.

Hal serupa dikatakan GM Erlangga 2 Komang Aryawan. Aneka pie susu khususnya dengan kemasan bertuliskan khas Bali kini menjadi produk yang diserbu wisatawan domestik selama momen liburan panjang. Keberadaan pie susu hampir menyamai camilan kacang khas Bali yang selama ini menjadi primadona wisatawan.

“Selama momen liburan camilan yang banyak digemari wisdom tetap aneka jenis kacang dengan branded khas Bali. Meski demikian, keberadaan pie yang kian booming di masyarakat cukup banyak mempengaruhi permintaan. Terbukti permintaan mengalami lonjakan ,” katanya. *dik

 


  Arsip

copyright bisnisbali.com 2005 all right reserved. Designed, developed and maintained by IT Balipost