27 Juni 2011     
Home
Berita Terkini

 

DPD Perbarindo Bali Gelar Diklat SPI

Denpasar (Bisnis Bali) - DPD Perbarindo Bali terus meningkatkan kualitas sumber daya manusia BPR secara berkelanjutan. Kali ini diklat menyasar seluruh petugas bagian kredit (AO) sampai tingkat kepala bagian, dan direksi maupun calon direksi BPR.

Pada Sabtu (25/6) lebih dari 50 orang peserta dari masing-masing bagian BPR DPD Perbarindo Bali mengikuti diklat sistem pengendalian intern (SPI) di Natour Bali Hotel Denpasar.

Diklat SDM BPR yang berlangsung sehari penuh dibuka Sekjen DPD Perbarindo Bali Drs. Nyoman Murdana, B.Sc., M.M. didampingi Bidang Organisasi DPD Perbarindo Bali Drs. Ketut Darna, M.M., Wakil Ketua DPD Perbarindo Bali Bidang Pendidikan & Pelatihan WG Supanca Ariyasa, S.Si., M.M. dan Sekretaris Yayasan Perbarindo Bali Nyoman Sunartha, S.E., M.M.

Sekretariat DPD Perbarindo Bali Ketut Gunadi, S.E. dan Ngakan Putu Sudana, S.E. melaporkan, peserta diklat SPI BPR kali ini jauh lebih banyak dibandingkan diklat-diklat SDM BPR Perbarindo Bali sebelumnya.

Dilaporkan, diklat SDM BPR se-Bali sudah diprogramkan secara berkelanjutan di DPD Perbarindo Bali . Tujuannya, keberadaan BPR sebagai salah satu unit lembaga keuangan mikro (LKM) ke depan tetap eksis menghadapi persaingan.

Di sela-sela pembukaan Diklat SPI SDM BPR, Drs. Murdhana, B.Sc., M.M. menegaskan, seluruh peserta diharapkan mampu memberi berbagai masukan pada saat-saat diskusi agar mendapatkan modul yang tepat untuk diklat SDM BPR ke depan.

Dalam hubungan ini, semestinya apa yang dianggap perlu atau kendala apa saja dihadapi masing-masing BPR supaya pelaksanaan diklat ke depan benar-benar tepat di lingkungan BPR-nya masing-masing.

Diisyaratkan, semua peserta hendaknya bisa mengikuti dengan tekun dan keterampilan maupun ilmu pengetahuan yang diperoleh selama mengikuti diklat bisa diterapkan di BPR tempat bekerja.

Terkait dengan persoalan ini, lanjut Nyoman Murdana yang juga salah seorang dosen/ owner Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (Stikes) Bali mengingatkan, SDM BPR bukan bertindak sebagai pekerja, melainkan SDM BPR adalah merupakan tenaga pengelola BPR yang bertanggung jawab selama 24 jam.

Pekerja di BPR hanya menunggu waktu datang dan pulang, sedangkan pengelola bertanggung jawab selama 24 jam adalah menjaga etika bankir BPR dalam penyelesaian tugas.

Dalam struktur perekonomian di negeri ini, peran perbankan/BPR sangat besar karena perbankan mengembangkan fungsi intermediasi untuk menggerakkan roda perekonomian masyarakat.

Dengan demikian, sebagai pengelola bank khususnya BPR mesti berlaku fleksibel, harmonis, senyum dekat dan kenal dengan nasabah atau calon nasabah sehingga pada gilirannya nasabah bisa loyal terhadap BPR yang dikelola.

“Jika sebagai bankir atau direksi BPR berlaku saklek, tak pernah senyum dan ramah baik kepada nasabah maupun kepada karyawan/wati BPR sendiri dikhawatirkan sebagai pengelola BPR sudah dapat dipastikan ditinggalkan nasabah. Karyawan/wati BPR sendiri pun bisa migrasi ke BPR lain untuk mendapatkan tugas-tugas yang mampu mendekatkan masyarakat sebagai nasabah dan calon nasabah,'' tandas GW Supanca Ariyasa.

Diklat SPI SDM BPR telah mengundang sejumlah pembicara/narasumber. Selain GW Ariyasa juga Sang Kompiang Ratwiatma, S.H., M.M. yang cukup berpengalaman di sektor perbankan dan juga salah seorang dosen perguruan tinggi di Denpasar. * dra/*

  Arsip

copyright bisnisbali.com 2005 all right reserved. Designed, developed and maintained by IT Balipost