25 Juni 2011     
Home
Berita Terkini

 

Membanggakan, Aset KSP dan KSU di Sanur Tembus Rp 40 M

Denpasar (Bisnis Bali) - Hingga kini, rata-rata aset koperasi simpan-pinjam (KSP) dan koperasi serba usaha (KSU) di Sanur sudah mencapai Rp 40 milyar. Aset sebesar itu cukup membanggakan bagi pengelola koperasi bersama seluruh jajarannya.

Di seluruh Kelurahan Sanur tercatat lebih dari 25 unit KSP dan KSU, baik koperasi milik banjar, desa, dan koperasi bentukan kelompok-kelompok warga masyarakat setempat.

Masing-masing koperasi yang ada di Sanur beranggotakan lebih dari 100 kepala keluarga (KK) telah mampu membiayai kebutuhan anggota dan masyarakat sekitar Sanur. Menurut hasil pantauan Bisnis Bali di Sanur, Jumat (24/6) kemarin, aset KSP dan KSU di Sanur sudah jauh berada di atas aset BPR.

Walaupun ada di antara BPR sudah mengelola aset sampai di atas Rp 50 milyar, jumlahnya masih bisa dihitung dengan jeriji tangan.

Aset BPR yang cukup besar, sumber dananya kebanyakan berasal dari linkage program dengan bank umum, di samping penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) dari masyarakat yang sangat sulit dicari. Aset KSP dan KSU di Sanur benar-benar berasal dari pemupukan modal anggota dan penempatan dana antarkoperasi. Karena itu, koperasi sudah mampu keluar kelurahan untuk membantu koperasi di luar Sanur.

Manajer Koperasi Artha Sri Sedana Br. Betngandang Desa Sanur Kauh I Nyoman Astawa, S.H. yang mengelola aset Rp 45 milyar lebih mengatakan, keberhasilan koperasi di Sanur mengelola aset rata-rata Rp 40 milyar berkat kerja cerdas dan profesional seluruh pengurus dan karyawan koperasi itu sendiri.

Di samping itu, kebanyakan koperasi sudah mampu memenuhi kebutuhan anggota. Koperasi yang memerlukan pendanaan bersinergi dengan hotel-hotel di Sanur sebagai kunci utama dapat memperbesar pengelolaan aset koperasi. Astawa menegaskan, sangat tidak mungkin koperasi-koperasi di Sanur dengan pengelolaan aset rata-rata Rp 40 milyar akan mengalihkan lembaganya menjadi BPR.

Walaupun nama lembaganya koperasi, yang penting pengelolaan asetnya besar sehingga koperasi tidak kalah dengan industri perbankan.

Menyinggung suku bunga pinjaman yang diberikan kepada anggota koperasi maupun masyarakat sekitar, berkisar antara 1,5-2 persen setiap bulan menurun. Suku bunga pinjaman sebesar ini sudah sangat sesuai dengan suku bunga pinjaman di industri perbankan. *dra

  Arsip

copyright bisnisbali.com 2005 all right reserved. Designed, developed and maintained by IT Balipost