17 Juni 2011     
Home
Berita Terkini

 

Agro & Hobi
Disnakkan Minta Pedagang Pasarkan Ayam Aduan Lokal

Denpasar (Bisnis Bali) – Dinas Peternakan, Perikanan dan Kelautan (Disnakkan) Kota Denpasar, Selasa (14/6) lalu menemukan bukti 124 ayam aduan yang diselundupkan dari Jawa ke Bali. Kepala Disnakkan Denpasar, Dewa Made Ngurah, Kamis (16/6) kemarin mengatakan, penjual ayam aduan khususnya di Pasar Satria diimbau untuk memasarkan ayam aduan lokal dan tidak lagi mendatangkan ayam aduan dari luar Bali. 

Diungkapkan, dari hasil laporan masyarakat bersama  Babinsa Desa Ubung Kaja, Selasa (14/6) lalu, Disnak Bali, Disnakkan Denpasar, Balai Karantina menangkap truk yang membawa  124 ekor ayam aduan yang diselundupkan dari Jember tujuan Denpasar. Ayam aduan tersebut rencananya akan dipasarkan di Pasar Satria.

Dijelaskan, truk yang mengangkut ayam aduan ini sedang mangkal di Jalan Cokroaminoto Gang Angsoka.  Setelah dicek, barang bukti ayam aduan selanjutnya dimusnahkan karena melanggar Pergub No. 44/2005 tentang pelarangan pemasukan unggas hidup dari luar ke Bali .

Dipaparkan, ayam aduan yang harganya berkisar Rp 100.000 - Rp 200.000 pe rekor dimusnahkan karena masuk barang ilegal dan melanggar pergub. Disnakkan akan tetap mengawasi dan menertibkan jika ada ayam aduan yang lolos masuk ke Bali .

Lebih lanjut dikatakan, bagi pedagang di Pasar Burung Satria  yang membutuhkan ayam aduan diharapkan membeli ke peternak lokal. “Di Bali sudah ada peternak yang mengembangkan ayam aduan,” katanya.

Dicontohkan, di Peguyangan Kaja selain beternak ayam buras ada yang mengembangkan ayam aduan. Peternak ayam di Peguyangan Kaja lebih banyak secara berkelompok.

Dewa Ngurah menambahkan, khusus peternak ayam aduan mengembangkan ayam aduan secara mandiri (tidak berkelompok). Peternak ayam aduan di Bali bisa menyilangkan ayam lokal dengan ayam aduan (ayam bangkok) dari Jawa yang sudah dikembangkan sebagai ayam aduan di Bali . Ciri khas ayam aduan yang baik umumnya dilihat dari warna bulu, termasuk postur ayam jantan yang akan difungsikan sebagai ayam aduan. “Ayam aduan sudah tersedia di Bali , jadi tidak perlu didatangkan lagi dari luar Bali ,” katanya. *kup

 

  Arsip

copyright bisnisbali.com 2005 all right reserved. Designed, developed and maintained by IT Balipost