01 April 2011     
Home
Berita Terkini

 

PLN Luncurkan AP2T Perlu Waktu 6 Menit Dapatkan Listrik

Denpasar (Bisnis Bali) – PT PLN (Persero) Distribusi Bali di bawah komando General Manager , Dadan Koerniadipoera, dan jajarannya terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat dengan meluncurkan berbagai macam produk.

Setelah sukses meluncurkan program listrik prabayar instan pada Februari lalu, Kamis (31/3) kemarin PLN Distribusi Bali meluncurkan program “ 'Go Live ... Aplikasi Pelayanan Pelanggan Terpusat (AP2T) & PPAP2T (Payment Poin AP2T) Non Taglis (Tagihan Listrik)''.

Dalam program AP2T ini, PLN bekerja sama dengan Kantor Pos Indonesia dan empat bank yakni BRI, BNI, Bukopin, dan OCBC NISP. Peluncuran diisi dengan demo program tersebut. Dalam demo tersebut, seorang pelanggan hanya membutuhkan waktu 6 menit untuk mendapatkan kepastian sambungan listrik baru.

Peluncuran dihadiri oleh Kepala Divisi Bisnis dan Manajemen Risiko PLN, Murtaqi; Direktur Operasional PLN Jawa - Bali, Ngurah Adnyana; Ketua Forum Komunikasi Pelanggan PLN Bali, Prof. Nengah Dasi Astawa, rekanan PLN, dan sejumlah undangan lainnya.

Manajer Niaga PT PLN Distribusi Bali, Syamsul Huda, ketika mempresentasikan program tersebut menyebutkan seorang calon pelanggan yang ingin mendapatkan sambungan listrik baru agar datang langsung ke PLN mendaftar ke PLN dengan membawa KTP. Petugas pun siap melayani. “Kalau bisa dengan membawa rekening listrik tetangga. Ini bukan untuk mempersulit, justru untuk mempermudah pelayanan. Tidak ada rekening listrik tetangga pun tidak masalah,” katanya.

Usai mengisi data, calon pelanggan akan mendapat struk untuk membayar izin sambungan di rekanan PLN. Calon pelanggan boleh membayar di Kantor Pos, BRI, BNI, Bukopin, ataupun Bank OCBC NISP. Saat itu juga PLN sudah bisa memastikan apakah di sekitar lokasi calon pelanggan baru tersebut sudah ada jaringan PLN atau tidak.

“Jika sudah ada jaringan, seminggu setelah membayar izin sambungan listrik sudah menyala. Jika harus membuat jaringan baru, dibutuhkan waktu sekitar tiga bulan,” katanya.

General Manager PLN Bali, Dadan Koerniadipoera, mengatakan pihaknya bersama rayon dan unit PLN seluruh Bali bertekad satu bahasa dalam menjalankan program AP2T harus berjalan di Bali sesuai jadwal. Dia berharap ke depan program tersebut dapat berjalan dengan lancar.

Sementara Direktur Operasional PT PLN Jawa Bali yang dengan jeli mencatat proses pendaftaran dalam demo tersebut yang memakan waktu 6 menit, menilai waktu tersebut masih lambat. “Kalau ada 10 orang yang antre, berarti membutuhkan waktu 1 jam. Bisa tidak waktunya dikurangi menjadi 3 menit,” katanya memberi saran. *kmb/*

 

 


  Arsip

copyright bisnisbali.com 2005 all right reserved. Designed, developed and maintained by IT Balipost