14 Mei 2010   
Home
Berita Terkini

 

Penjualan Aneka 'Keben'' Naik 300 Persen

Bangli (BisnisBali) Suasana hari raya membuat penjualan aneka ragam kebutuhan perlengkapan upacara terus naik. Bahkan beberapa produk seperti keben (sokasi), naik tiga kali lipat dari penjualan biasanya. Apalagi pasar tujuan penjualannya Denpasar dan seputarannya, selain terjadi lonjakan penjualan hargapun bisa naik sampai 50 persen.

Salah seorang pedagang aneka sokasi (keben) asal Bangli, Sang Nyoman Wira, Kamis (13/5) kemarin menyebutkan, sudah menjadi tradisi hari raya dipastikan terjadi lonjakan penjualan hasil kerajinan keben dan sarana upacara lainnya.

Lonjakan penjualan memang bervariasi, tergantung dari kebutuhan masyarakat. Seperti enam bulan lalu, lonjakan penjualan aneka sokasi hanya dua kali lipat. Sedangkan sekarang ini meningkat sampai 300 persen.

'Pasar kami sejak lama di seputaran Denpasar. Terkadang ikut pameran, dan hasil penjualannya lumayan bagus. Kami menjual dengan harga standar, tergantung stok dan permintaan. Kalau memang stok yang kami miliki sedikit, sedangkan permintaan banyak, harganya memang sedikit lebih mahal,'' ucapnya. Akan tetapi, untuk barang tertentu yang jarang peminatnya diberikan dengan harga miring. Kondisi ini dilakukan untuk menarik minat beli konsumen.

Oka mengatakan, harga aneka keben (sokasi) satu set yang isinya tiga buah berkisaran Rp 45.000 sampai diatas seratus ribu (tergantung dari motif dan ukuran). Sedangkan harga tempeh (pengganti tamas) berkisaran Rp 2.500 sampai Rp 4.500.

'Kalau dilihat dari harga, konsumen memang lebih memilih harga berkisaran dibawah Rp 50.000. Sedangkan untuk harga diatas seratus ribu diminati konsumen khusus (orang berduit),'' jelasnya.

Sementara itu, pedagang sokasi lainnya, I Wayan Ruji menyebutkan, dari motif dan bentuk produk yang diminati konsumen, selain aneka ragam sokasi , juga telah beredar barang satu tempat sok ukuran besar yang isinya sokasi kecil. Satu tempat tersebut didalamnya isi empat sokasi kecil. Harganya cukup mahal, berkisaran diatas Rp 75.000.

'Kalau barang yang besar saat ini tren produk sok ukuran besar yang memuat sokasi kecil didalamnya sebanyak empat buah. Apabila masyarakat ingin membuat empat banten, maka dalam sekali muat sudah bisa jalan semuanya. Oleh karenanya sekarang produk tersebut diminati konsumen,'' terangnya.

Ruji menambahkan, Denpasar dan sekitarnya merupakan pasar potensial. Untuk itu, pihaknya berharap dapat menjual secara langsung, sehingga harga dapat dinikmati konsumen lebih murah. Pasalnya, penjualan langsung secara otomatis harga lebih murah dibandingkan harga di toko atau kios. Untuk itu, berharap ada pagelaran pasar yang dapat diikuti secara langsung.

'Kami berharap ada pameran atau pasar dadakan pada hari raya, sehingga dapat ikut langsung menjual barang dagangan untuk keperluan upacara. Harga dapat dipastikan lebih murah dibandingkan harga di toko, karena kami jual langsung (tangan pertama),'' tandasnya. *sta

 


  Arsip

copyright bisnisbali.com 2005 all right reserved. Designed, developed and maintained by IT Balipost