Gianyar (BisnisBali)- Kerajinan penyekat ruangan ukuran besar yang dibuat dari bahan baku rotan, cukup laris di pasar mancanegara. Mata dagangan yang memiliki nilai seni tinggi model anyaman berekele tersebut, kini banyak diekspor ke Jepang. Permintaannya bervariasi, mulai dari minimal 50 pcs per bulan.
I.B.Made Arjawa, perajin di Br.Bone Blahbatuh, Rabu (10/3) kemarin menuturkan, kerajinan anyaman penyekat ruangan selama ini tetap diminati konsumen mancanegara.
Terutamanya penyekat ruangan berukuran besar panjang 2 m x 1, 5 meter yang dijual Rp 600.000 per pcs. Khusus untuk yang dikirim ke negara Matahari Terbit (Jepang) jumlah minimal 50 pcs per bulannya. Dipilihnya penyekat ruangan dari rotan ini, selain memiliki nilai seni tinggi, juga terkesan klasik dan antik dengan harga yang terjangkau pula.
‘'Kerajinan yang dibuat dari bahan baku alami masih tetap diminati pasar dalam maupun luar negeri sekarang ini,'' terang Arjawa, sambil menambahkan, kerajinan seni penyekat ruangan ini banyak pula permintaannya dari konsumen lokal ( Bali ) yang dimanfaatkan di vila milik warga negara asing.
Kerajinan ini pun mampu memberikan suasana ruangan menjadi indah serta romantis, di tengah penyalaan lampu kamar yang remang-remang di malam hari. Sementara pada waktu siang bisa dimanfaatkan untuk kamar keluarga.
Dijelaskan Arjawa, aneka kerajinan seni yang dibuat dari bahan baku rotan yang dikombinasikan dengan bahan baku bambu masih menjadi pilihan utama bagi konsumen mancanegara. Misalnya permintaan kursi rotan, lemari serta perabotan rumah keluarga lainnya.
Khusus untuk perabotan dan perlengkapan keluarga yang dibuat dari bahan baku rotan, tetap menjadi rebutan konsumen mancanegara. Hanya saja dalam kondisi jumlah pelancong luar negeri yang sepi, permintaannya juga menurun. Mengingat selama ini, wisatawan langsung datang ke perajin memesan aneka produk kerajinan yang memiliki nilai seni tinggi itu.
‘'Karena jumlah kunjungan wisatawan mancanegara menurun, permintaan langsung dari pembeli sedikit turun. *mur
|