11 Maret 2010     
Home
Berita Terkini

 

Serap Pengangguran, CEFE Lahirkan Lapangan Kerja

Kuta (BisnisBali) – Semenjak terjadinya krisis pertama di Indonesia , banyak lahir pengangguran. Bahkan sampai saat ini pun belum dapat dientaskan, sehingga di masyarakat pengangguran menjadi gunjingan utama.

Guna mengantisipasi hal tersebut sebenarnya ada satu solusi yakni, meningkatkan peluang pembuka lapangan kerja dengan membuka usaha. Oleh karenanya, SDM kewirausahawanan sangatlah penting, hanya dengan creation of enterprises formation of enterpreneurs (CEFE), akan mampu meningkatkan jiwa kewirausahawanan.

Hal ini disampaikan salah seorang instruktur CEFE, Drs. I Dewa Ngurah Dharendra, M.Si. Bk.Tek., di sela-sela pelatihan CEFE yang diselenggarakan Balai Diklat Industri Regional VI Denpasar, dan diikuti 30 orang di lingkungan Dinas Perindag Propinsi dan Kabupaten/Kota di wilayah kerja Balai Diklat Industri Regional VI Denpasar (Bali, NTB, NTT, Papua, dan Papua Barat).

Menurut Dharendra, pelatihan CEFE dapat menimbulkan rangsangan bagi peserta untuk merubah pola pikir dari masyarakat bisa berjiwa bisnis ( enterpreneurs ). Berbagai hal akan dibagikan kepada peserta, baik ilmu, keterampilan dan sebagainya, sehingga mampu mencekoki pikiran yang bisa menjadi jiwa wirausahawan.

‘'Sebenarnya tujuan dari pelatihan CEFE yang dilaksanakan Balai Diklat Industri Regional VI Denpasar, untuk mendorong dan memotivasi para peserta diklat agar memiliki kemauan untuk menciptakan lapangan kerja sendiri, serta memiliki kemampuan melatih wirausahawan guna mendirikan usaha yang layak dengan memanfaatkan peluang yang ada pada saat tertentu dan di daerah tertentu,'' kata Dharendra.

Sementara itu, Pelatihan CEFE dibuka Kadis Perindag Propinsi Bali, Made Darmaja yang diwakili Kabid Industri, Ketut Darta. Ia dalam sambutannya menjelaskan, k risis ekonomi nasional yang terjadi pada tahun 1989 telah berdampak negatif terhadap sektor industri.

Perkembangan industri nasional memburuk, sehinga beberapa perusahaan melakukan pengurangan biaya produksi, dengan melakukan pemutusan hubungan kerja dalam jumlah yang sangat banyak. Hal ini menyebabkan tumbuhnya pengangguran secara frontal. Bahkan semenjak terjadi krisis, pihak pemerintah belum mampu menyediakan lapangan kerja bagi semua pengangguran.

‘'Indonesia dilihat dari jumlah penduduk telah menjadi negara terbesar kelima di dunia. Jumlah penduduk yang terbesar tersebut, merupakan potensi apabila semuanya berkualitas, sebaliknya akan menambah beratnya beban pembangunan. Menurut penelitian, tampaknya ada korelasi yang kuat antara jumlah penduduk yang berkewirausahaan dengan tingkat kemakmuran.

Negara maju memiliki jumlah penduduk yang berkewirausahaan lebih dari 6 persen. Sementara jumlah wirausaha Indonesia (menurut penelitian terakhir) belum mencapai 0,5 persen. Jadi, sangat wajar kalau tingkat pengangguran dan kemiskinan masih belum dapat dikurangi,'' tegas Darmaja.

Dari kondisi yang ada, lanjut Darmaja, bidang industri banyak menyerap tenaga kerja sehingga bertanggung jawab melaksanakan dan mengelola usahanya .

Untuk itu, dilaksanakannya pelatihan CEFE sebagai tugas pokok dan fungsinya tersebut, aparat pemerintah di bidang industri dituntut memiliki pengetahuan, wawasan, keterampilan dan kompetensi dibidangnya.

Untuk membekali wawasan dan pengetahuan tersebut, Balai Diklat Industri Regional VI Denpasar mengadakan pelatihan CEFE bagi aparatur di lingkungan pemerintah daerah.

Khususnya Dinas Perindag yang bertujuan mendorong dan memotivasi para peserta diklat, agar memiliki kemauan untuk menciptakan lapangan kerja sendiri serta memiliki kemampuan melatih wirausahawan dalam mendirikan usaha yang layak dengan memanfaatkan peluang yang ada. *sta

 

 


  Arsip

copyright bisnisbali.com 2005 all right reserved. Designed, developed and maintained by IT Balipost