Bangli (BisnisBali) - Jelang perayaan Nyepi tahun ini, sejumlah perajin sokasi di Tanggahan Peken mengaku kebanjiran order dari para pengepul dan konsumen.
Umumnya mereka mengaku memerlukan sokasi tersebut, untuk keperluan perayaan Nyepi khususnya sehari sebelum Brata Penyepian . ”Kini permintaan memang cukup banyak. Kemungkinan peningkatan itu berkaitan
dengan Hari Raya Nyepi,” ungkap Ni Wayan Sarni, salah seorang perajin sokasi asal Tanggahan Peken, Susut, Bangli, Selasa (9/3) lalu.
Lebih lanjut diungkapkan, peningkatan permintaan tersebut merupakan hal biasa pada tiap menjelang hari besar keagamaan di Bali .
Oleh sebab itu, banyak perajin yang jauh hari telah mempersiapkan segala sesuatu yang berkaitan dengan produksi. Mulai dari penyediaan bahan baku , hingga lebih awal melakukan pemotongan dan pemilihan bahan. ”Bahan baku berupa bambu memang tidak menjadi masalah bagi kami.
Selain kami memiliki lahan sendiri, untuk keperluan mendesak seperti saat ini, pedagang bambu keliling memang menjadi salah satu pemasok kami,” tegasnya.
Terkait dengan harga, Sarni, mengatakan, tidak ada perubahan harga menjelang hari besar keagamaan ini. Bahkan, kadang-kadang menjelang hari raya besar keagamaan banyak perajin yang menurunkan harga jualnya dengan pertimbangan barang dagangannya laku dalam jumlah besar. ”Harganya sih tak berubah, tetap seperti hari-hari normal sebelumnya,” jelasnya.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Bangli, Drs. I Dewa Gede Suparta, M.M. ketika dimintai konfirmasinya membenarkan, jika pada tiap menjelang hari besar keagamaan seperti Galungan dan Nyepi permintaan sokasi khususnya ukuran kecil mengalami peningkatan.
‘'Itu hal biasa yang dialami oleh perajin kami,” tegas Suparta, seraya menambahkan, kodisi ini tentunya memberikan harapan besar bagi perajin sokasi di Bangli. * jel
|