11 Maret 2010     
Home
Berita Terkini

 

ACFTA, Era Berbenah bagi Kontraktor Lokal
 Tabanan (BisnisBali) – Masuknya investasi asing ke daerah di era ASEAn-Cina Free Trade Agreement (ACFTA), disikapi positif kalangan kontraktor lokal. Demikian diungkapkan pelaku usaha jasa konstruksi, Made Aryanta, Rabu (10/3) kemarin.

Dalam kondisi akan mengkondisikan sektor jasa konstruksi makin ramai. Proyek-proyek asing yang masuk ke daerah, tentu tak luput dari perhatian kontraktor asing.

Bahkan, mereka bisa jadi lebih mudah menggaet proyek-proyek asal negeri mereka di daerah. Tantangannya bagaimana kontraktor lokal bisa terlibat di dalamnya, itu yang perlu diupayakan.

Beberapa indikator yang mutlak diperlukan dalam menghadapi persaingan bebas ini adalah tersedianya sumber daya manusia (SDM) di bidang konstruksi yang andal. Selain itu dukungan sektor perbankan untuk mem- back-up kontraktor-kontraktor lokal dalam merebut dan proses penyelesaian proyek secara profesional dan bertanggung jawab.

‘'Masuknya kompetitor asing ke daerah, harus disikapi secara positif. Ini kesempatan bagi rekan-rekan kontraktor lokal untuk berbebah dan memotivasi diri guna lebih siap menghadapi tantangan ke depan,'' imbuh Aryanta.

Selama ini, bukan berarti kontraktor lokal tak ada yang mampu menggarap proyek-proyek asing di daerah. Cuma kontraktor lokal lainnya, juga harus bisa meniru langkah-langkah mereka untuk bisa sejajar dengan kontraktor asing.

Keunggulan kontraktor asing, selain dari sisi modal lebih kuat, penguasaan teknologi yang lebih canggih, disiplin waktu dan lainnya. Ini harus bisa ditiru, baik secara langsung lewat ngesub di proyek-proyek besar yang mereka garap, termasuk membina hubungan pemasaran untuk dapat ikutkan dalam tender proyek-proyek berskala besar, dengan nilai minimal di atas Rp 1 milyar.

Kontraktor lainnya, Komang Suyasa, S.T., mengungkapkan, kepercayaan asing kepada kontraktor lokal untuk menggarap investasi mereka merupakan hal positif.

Dalam era pasar bebas ini, sudah tentu masuknya investasi asing itu akan memberi kesempatan lebih luas bagi kontraktor lokal untuk berbenah. Cuma yang perlu diantisipasi adalah, masih maraknya pungli di satu daerah menyebabkan investor asing takut dan cemas akan kelangsungan investasi mereka.

Menurutnya, kepercayaan yang diperoleh dari investor asing, berdampak luas bagi daerah.

Pertama, penyerapan naker seperti, tukang dan buruh bisa di desa setempat, juga pendapatan desa dari retribusi yang ditentukan.''Saya setuju kalau era ACFTA ini jadi ajang berbenah bagi sektor jasa konstruksi, untuk lebih mampu meningkatkan daya saingnya ke depan,'' imbuhnya. * gun

 


  Arsip

copyright bisnisbali.com 2005 all right reserved. Designed, developed and maintained by IT Balipost