Denpasar (BisnisBali) - Menyongsong acara Pangerupukan pada 15 Maret mendatang dalam rangka menyambut hari raya Nyepi Tahun Baru Caka 1932 Dinas Kebudayaan Kota Denpasar menggelar rapat koordinasi pecalang se-Kota Denpasar, Rabu (10/3).
Rakor dibuka Sekkot Denpasar Drs. A.AN Rai Iswara, M.Si. dihadiri para ketua pecalang dari masing-masing Desa Pakraman se-Kota Denpasar untuk membicarakan teknis pengamanan saat upacara Pangerupukan yang juga diramaikan dengan lomba ogoh-ogoh serta pengamanan pada saat hari raya Nyepi Selasa (16/3).
Ketua Parum Pecalang Denpasar I Made Mudra saat ditemui seusai rakor mengatakan untuk mengamankan prosesi Pangerupukan pihaknya menyiapkan 2.415 pecalang yang disebar di beberapa titik seperti Catus Pata Catur Muka dan di beberapa titik pengider-ider.
Khusus untuk masing-masing peserta lomba ogoh-ogoh juga diwajibkan melibatkan pecalang dari banjarnya masing-masing. Untuk pengaturan lalulintas di berbagai ruas jalan akan dilakukan oleh polantas, petugas Dinas Perhubungan dibantu pecalang.
Bagi ogoh-ogoh dari masing-masing kecamatan yang masuk nominasi mengikuti lomba di Tingkat Kota Denpasar diberikan waktu 5 menit untuk melakukan atraksi/demontrasi di depan juri di tiap Catus Pata.
Dengan persiapan pengamanan seperti ini I Made Mudra mengharapkan semuanya bisa berjalan aman dan tertib meskipun jumlah penonton dipastikan membludak. Sementara itu pada hari H Nyipeng pada 16 Maret pengamanan akan dilakukan pecalang di masing-masing banjar atau lingkungan setempat.
Pada rapat koordinasi ini Sekkot Denpasar A.AN Rai Iswara berpesan agar pecalang sebagai perangkat adat dapat menjaga keamanan di masing-masing wilayah banjar atau desa adat masing-masing sehingga seluruh warga merasa aman dan khusus bagi krama Hindu bisa melaksnakan Catur Brata Penyepian dengan khidmat. *
|