Tabanan (BisnisBali) - Rangkaian perayaan pergantian Tahun Baru Caka atau lebih dikenal dengan Hari Raya Nyepi, memberikan dampak ekonomis bagi masyarakat.
Tak terkecuali warga yang memiliki keterampilan terkait pembuatan ogoh-ogoh, khususnya yang lihai membuat tapel ogoh-ogoh. Komponen ogoh-ogoh yang satu ini memang terasa amat sulit dibuat sebagian besar masyarakat. Agar lebih gampang, masyarakat lebih memilih membeli saja.
“Teman-teman kami di sini belum ada yang bisa membuat tapel (bagian kepala) ogoh-ogoh, saya pikir dengan membeli jauh lebih efektif,” ujarnya Ketut Punia salah seorang warga di Kerambitan, Rabu (10/3) kemarin.
Di samping lebih efektif, harga tapel ogoh-ogoh juga terjangkau. Dengan harga masih ratusan ribu rupiah, kepala ogoh-ogoh berbagai bentuk bisa didapat.
Sementara itu salah seorang warga yang memiliki bakat seni dan menjual tapel ogoh-ogoh, Ketut Murdika menuturkan, awalnya dirinya hanya membuat untuk keperluan ogoh-ogoh di banjarnya sendiri. “Mungkin melihat hasil karya saya, banyak banjar lain yang minta saya untuk membuat tapel ogoh-ogoh.
Bahkan pemesan datang dari berbagai desa di Tabanan. Dan sekarang keterusan menjadi bisnis tapel ogoh-ogoh,” jelas warga Banjar Kukuh Kawan, Desa Kukuh, Kecamatan Kerambitan ini.
Disinggung harga yang ditawarkan untuk satu tapel ogoh-ogoh pria yang keseharianya tukang sanggah ini mengaku sangat bervariasi, tergantung bentuk dan ukurannya. Untuk ukuran 30 x 30 cm biasa dijual seharga Rp 250.000 dan ukuran 60 x 60 cm laku terjual seharga Rp 650.000 per buah. *can
|