Tabanan (BisnisBali) – Bupati Tabanan, N. Adi Wiryatama, Rabu (10/3) pagi, meresmikan gudang Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Subak Belumbang, Kerambitan.
Dengan diresmikannya gudang ini diharapkan agar pembangunan sektor pertanian dalam arti luas bisa berjalan sesuai dengan harapan, baik dalam hal permodalan, produksi dan pemasaran.
Ketua Gapoktan Subak Belumbang yang juga Pekaseh Subak setempat I Ketut Madia mengungkapkan, acara peresmian, didahului dengan upacara pemelaspasan . Gapoktan Subak Belumbang dikukuhkan pada 18 November 2007. Gapoktan ini terdiri dari delapan kelompok tani dengan jumlah anggota 483 petani.
Gudang ini pada nantinya akan dimanfaatkan untuk penyimpanan hasil produksi petani di Subak Belumbang utamanya beras. Dengan dibangunnya gudang ini akan bisa membantu petani setempat dalam menyimpan hasil produksinya.
Lahan gudang ini sebelumnya milik Koperasi Unit Desa (KUD) Kerambitan yang akhirnya dibeli oleh Desa Belumbang. Dengan luasnya hamparan sawah di Desa Belumbang, akhirnya dibangunlah gudang gapoktan ini.
Sementara itu Bupati Tabanan pada kesempatan itu mengungkapkan, Pemkab Tabanan memang sangat komit dalam membangun pertanian dalam arti luas di Tabanan. “Kami telah berbuat maksimal membangunan pertanian dalam arti luas di Tabanan tercinta ini.
Langkah ini kami tempuh bukan semata-mata mempertahankan predikat lumbung padinya Bali, tapi juga dalam upaya kita terus meningkatkan kesejahteraan petani. Salah satunya dengan membentuk Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) ini,” ujarnya.
Sesuai visi dan misi pembangunan yang disusunnya, pembangunan bidang pertanian disinergikan dengan sektor pariwisata. “Kita jangan hanya menikmati beras sebagai hasil utama, namun harus juga bisa menikmati gemerincing dolar dari sektor pertanian ini,” imbuhnya.
Setelah diresmikannya gudang milik Gapoktan, lembaga ini diharapkan tidak akan hanya tinggal papan nama, namun memiliki aksi nyata di lapangan yang bermuara pada peningkatan hasil petani yang pada nantinya meningkatnya kesejahteraan petani itu sendiri. “Saya tidak ingin lembaga ini hanya tinggal papan nama tanpa aksi nyata di lapangan,” tegas Bupati.
Dengan adanya Gapoktan ini diharapkan dunia pertanian bisa berjalan dengan baik. Dalam proses produksi dibutuhkan modal kerja, kemudian produksi yang cukup dan berkelanjutan serta yang penting juga diperhatikan adalah dari segi pemasaran hasil produksi.
Untuk menuju sasaran akhir itu Bupati Adi minta agar sektor pertanian dikelola dengan manajemen profesional. Keberhasilan dalam mengelola sektor pertanian di daerah ini akan bisa digunakan sebagai pedoman dalam memperjuangkan kepentingan petani kepemerintah pusat.
Menyinggung masalah pupuk yang kerap dihadapi petani, Bupati juga sudah berjuang sekuat tenaga, namun pemerintah pusat masih bertahan dengan pola semula. Namun pihaknya berharap instansi terkait bisa bersinergi dengan sebaik-baiknya agar petani bisa mendapatkan pupuk tepat waktu dan tepat jumlah, serta dengan harga yang ditetapkan oleh pemerintah.
Usia meresmikan gudang Gapoktan di Subak Belumbang, Bupati Adi Wiryatama menebar benih ikan di Subak Tista, Kerambitan. */*