Amlapura (BisnisBali) – Bentangan pesisir sepanjang 87 kilometer di Karangasem dengan sejumlah titik yang kerap dikunjungi di antaranya pantai Tulamben, Candidasa, Amed, Padangbai maupun kawasan pantai lainnya sangat potensial untuk dikembangkan sebagai kawasan wisata bahari.
Meski wisata bahari cukup menjanjikan, namun sampai sekarang peran pemerintah dalam mengembangkan wisata bahari belum maksimal. Selama ini beberapa titik yang ramai dikunjungi seperti kawasan Amed yang dikenal memiliki keindahan biota laut luar biasa, lebih banyak peran swasta dalam pengelolaannya.
Salah seorang pelaku pariwisata di Karangasem, I Gede Suta menilai, prospek wisata bahari sangat cerah mengingat banyak lokasi wisata bahari yang dikunjungi wisatawan domestik maupun mancanegara.
Menurut Suta, yang malang melintang di dunia diving khususnya wilayah Amed ini mengaku, wisata bahari yang ada sudah dikelola dengan baik. Wisatawan asing banyak yang berdatangan, di antaranya dari Amerika Serikat, Kanada , Australia maupun Jepang.
Wisatawan ini datang khusus melakukan penyelaman untuk melihat biota bawah laut. “Patut disyukuri dalam perjalanan pengembangan wisata menyelam, tidak menemui kendala yang berarti,” ungkapnya.
Menurut Suta, wisatawan mancanegara yang datang juga memberikan apresiasi positif terhadap wisata bahari. Dikatakan, wisatawan justru banyak yang mengeluhkan Visa on Arrival (VoA) yang dikeluarkan negaranya dalam kunjungannya ke Indonesia .
Dengan demikian, banyak wisatawan yang semula akan berkunjung ke Bali , mengalihkan rencana perjalanannya ke Thailand . Disebutkan, negara yang masih memberlakukan VoA di antaranya Australia , Prancis , AS dan negara-negara Eropa.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Karangasem, I Made Sudiarsa mengakui, pengelolaan wisata bahari lebih banyak dilakukan langsung pihak swasta dan pelaku pariwisata. “Kami bukan lembaga bisnis, kewajiban pemerintah hanya sebatas menyiapkan infrastruktur,” katanya.
Ia menegaskan, salah satu upaya untuk menunjang perkembangan wisata bahari, pemerintah sudah membangun infrastruktur untuk penambatan jukung diving sehingga tidak merusak terumbu karang. *rah