11 Maret 2010     
Home
Berita Terkini

 

::Gaya Hidup
Tas Eceng Gondok tetap Primadona di Mata Wisatawan

Denpasar (BisnisBali) – Di tangan kreatif, bahan baku apa pun bisa berubah menjadi satu produk bernilai jual. Salah satunya adalah, bahan alami dari eceng gondok. Kini eceng gondok telah diolah menjadi berbagai barang kerajinan bernilai ekonomis, salah satunya adalah kerajinan tas. Bahkan tas eceng gondok hingga saat ini tetap jadi primadona di mata wisatawan.

Perajin tas eceng gondok, Fitri Handayani di Denpasar mengungkapkan, produk tas berbahan eceng gondok cukup banyak penggemarnya. Desainnya pun datang dari ide kreatif dan juga mencontoh dari sejumlah majalah dan internet.

‘'Model tas yang kami buat antara lain tas bahu dan tas jinjing. Selain disukai kaum ibu, model tas ini juga disenangi para remaja putri,” terang Fitri, yang menjadikan rumahnya di kawasan Desa Suwung sebagai workshop kerajinan eceng gondok, Rabu (10/3) kemarin.

Guna memperkaya desain produk tas tersebut, perajin memadukannya dengan rotan. Fungsi rotan ini juga sekaligus memperkuat tas. Selain itu bisa pula divariasi dengan pelepah batang pisang, yang sebelumnya telah melalui proses pengeringan seperti halnya eceng gondok.

‘'Batang pisang ini memerlukan waktu pengeringan lebih lama dari eceng gondok sehingga jika musim hujan, kami tidak menggunakan variasi dari batang pisang karena cahaya matahari tidak maksimal untuk pengeringan,” jelasnya.

Bentuk tas yang dihasilkan ada yang persegi empat dan oval. Harga yang ditawarkan mulai Rp 35 ribu sampai Rp 90 ribu, tergantung ukuran produk dan tingkat kesulitan anyaman.

Kerajinan eceng gondok produk Fitri lebih banyak dipasarkan ke sejumlah pasar seni, dan toko-toko suvenir yang sering menjadi tujuan wisata para turis mancanegara maupun domestik di seputaran Kota Denpasar.

‘'Pangsa pasar produk ini tetap bagus. Nilai eksotis dan kealamian produk yang menjadikan hasil kerajinan ini tetap digemari. Oleh sebab itu, kami terus berupaya membuat karya yang lebih berkualitas dengan model-model menarik,” ungkapnya.

Sementara, Muliantini, pedagang produk kerajinan di Pasar Kumbasari menyatakan, produk tas dari eceng gondok tetap jadi primadona dan banyak dicari konsumen dari berbagai kalangan. Selain karena bentuknya yang berkesan tradisional, juga harganya cukup terjangkau.

‘'Tas ini disukai karena mengandung unsur etnik khas Indonesia . Para turis mancanegara sangat menyukai barang-barang berbau etnik dan juga unik. Biasanya mereka membeli dalam jumlah banyak, mungkin sebagai oleh-oleh,” pungkasnya. *ade

  Arsip

copyright bisnisbali.com 2005 all right reserved. Designed, developed and maintained by IT Balipost