Denpasar (BisnisBali) - Pemprop Bali menargetkan pengurangan 10.000 rumah tangga miskin (RTM) per tahun. Saat ini diperkirakan jumlah RTM di Bali sekitar 13.000 RTM. Jumlah terbesar RTM di Bali berada di wilayah Karangasem.
"Pemerintah berupaya menekan jumlah KK miskin di Bali melalui program pembangunan pendidikan, kesehatan dan ekonomi," ujar Sekprop Bali, Nyoman Yasa, Rabu (10/3) kemarin. Menurutnya, program yang dilaksanakan selama ini berhasil menekan jumlah KK miskin.
Jumlah KK miskin atau yang disebut RTM ini mencapai 13.000 RTM. Jumlah RTM ini mengalami penurunan sekitar 10.000 RTM dibandingkan tahun sebelumnya yang jumlahnya 14.000 RTM. "RTM tersebar di semua wilayah termasuk Badung. Namun yang paling besar RTM berada di wilayah Karangasem," jelasnya.
Dikatakan, jumlah APBD Bali tahun ini mengalami peningkatan hingga Rp 2 trilyun. Jumlah ini meningkat sekitar Rp 200 milyar dibandingkan tahun 2009 yang mencapai Rp 1,8 trilyun. Dari APBD ini beberapa sektor khususnya pendidikan, kesehatan dan ekonomi," terangnya.
Melalui program Bali Mandara, pemerintah menggelontorkan dana Rp 127 milyar untuk Jaminan Kesehatan Bali Mandara (JKBM). Anggaran JKBM ini meningkat Rp 100 milyar dibandingkan tahun 2009 yang hanya Rp 27 milyar.
Anggaran pendidikan pun ditingkatkan hingga 30 persen.
Jumlah ini jauh di atas ketentuan anggaran 25 persen. Selain itu pihak propinsi juga melaksanakan program untuk mendukung usaha mikro kecil dan menengah. *wid
|