Denpasar (BisnisBali) – Membangkitkan ekonomi kerakyatan maupun sektor usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) di Kota Denpasar salah satunya bisa dilakukan dengan menggelar Pasar Murah.
Terlebih lagi, pasar murah yang dilaksanakan diiringi dengan memberikan potongan harga (diskon) bagi masyarakat akan terasa manfaatnya. Seperti yang dilaksanakan mayarakat di Kelurahan Dauh Puri Kecamatan Denpasar Barat. Ditemui usai melakukan rapat koordinasi, Selasa (9/3) sore.
Ketua Panitia Pasar Murah, I Gede Wibawa, mengatakan, pasar murah yang dipusatkan di pelataran parkir pertokoan Kertha Wijaya ini akan berlangsung selama 2 hari dari 10 – 11 Maret. Pasar Murah yang juga dikaitkan dengan peringatan Hari Raya Nyepi Caka 1932 sebagai langkah Pemerintah Kota Denpasar untuk membangkitakan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) khususnya di Kelurahan Dauh Puri.
Lanjut Wibawa, pasar murah yang dilaksanakan kali ini melibatkan 50 pedagang, masing-masing 25 pedagang kuliner dan sisanya pedagang yang akan menjual kebutuhan sehari-hari masyarakat. Kegiatan ini menurut Wibawa, juga melibatkan Forum Komunikasi Koperasi Kecamatan Denbar.
Selebihnya Wibawa menambahkan, selain untuk membangkitkan UMKM yang ada di wilayah Kelurahan Dauh Puri juga untuk memotivasi UMKM yang lain agar lebih meningkatkan produktivitasnya. Di samping itu, lebih memperkenalkan lagi produk-produk UMKM yang ada di Kelurahan Dauh Puri.
Pelaksanaan pasar murah khusus untuk masyarakat miskin di Kelurahan Dauh Puri akan mendapatkan potongan harga 50 persen. Sementara bagi masyarakat ekonomi menengah ke bawah akan diberikan potongan harga 20 persen.
Sementara masyarakat umum di luar Kelurahan Dauh Puri apabila ada keinginan untuk berbelanja dijamin akan mendapatkan barang berkualitas dengan harga murah. Kedepannya Wibawa mengharapkan, pasar murah ini akan melibatkan lebih banyak lagi UMKM, mengingat berbagai fasilitas seperti tenda, lampu penerangan dan meja untuk jualan telah disediakan panitia secara gratis.
Camat Denbar Made Mudra mengaku, senang digelarnya pasar murah. Apalagi kegiatan ini dikoordinir langsung oleh masyarakat, sehingga akan memotivasi kreativitas dalam mengelola pasar murah.
Selain itu, menurut Mudra, digelarnya pasar murah dapat memberikan kesempatan bagi masyarakat seperti pedagang makanan tradisional untuk menawarkan barang-barang produksinya. Kedepannya ia mengharapkan, pasar murah seperti sekarang ini lebih sering digelar dengan tempat berbeda. *nat