Denpasar (BisnisBali) – Permintaan aneka jenis parcel menyambut Hari Raya Nyepi atau Tahun Baru Caka 1932 kali ini, mengalami lonjakan drastis dari tahun sebelumnya. Meningkatnya permintaan parcel, karena pebisnis memberikan garansi ganti rugi, jika produk yang digunakan sebagai isian parcel rusak atau kedaluwarsa.
Jro Nengah Sukerti, pebisnis parcel di kawasan Jl.Patimura Denpasar, Rabu (10/3) kemarin mengatakan, bisnis parcel makin bergairah. Sejak adanya garansi ganti rugi permintaan parcel mengalami lonjakan cukup signifikan. Ini bisa dilihat dari pemesanan parcel, menyambut Nyepi 2010 kali ini yang meningkat hingga 50 persen dari kondisi sama tahun lalu.
‘'Saat ini kita sampai kewalahan menghadapi permintaan masyarakat. Pemesanan hingga saat ini sudah mencapi 250 paket berbagai ukuran, jauh dari tahun lalu sekitar 125 paket,” katanya.
Memberikan garansi ganti rugi, kata Jro Nengah, dalam upaya merebut pasar parcel yang cukup ketat setiap momen hari raya. Selain menghilangkan kesan di masyarakat, jika parcel identik produk kedaluwarsa. Di samping memberikan garansi ganti rugi, alasan makin banyak masyarakat membeli parcel karena harga jual yang relatif terjangkau serta varian isian yang bervariasi.
‘'Permintaan parcel dalam bentuk makanan dan minuman (mamin) tertinggi sampai saat ini,” ujarnya.
Jenis parcel yang ia siapkan untuk Hari raya Nyepi bervariasi tergantung keinginan pemesan. Namun, kebanyakan isi parcel berbagai jenis makanan, permen, buah kalengan, snack, dan aneka jenis minuman. Harga parcel mamin ditawarkan mulai Rp 100.000- Rp 350.000 per paket tergantung ukuran. Pangsa pasar menyasar kalangan perusahaan, bank, perorangan, pelaku bisnis dan lainnya mulai area Denpasar hingga Mangupura.
‘'Permintaan parcel jelang Nyepi puncaknya pada Sabtu (13/3) mendatang. Kebanyakan parcel harga Rp 150.000 dipilih masyarakat,” jelas Jro Nengah yang enggan menyebutkan omzet yang bisa diperolehnya sekali transaksi.
Hal sama dikatakan Ayudia, pengelola toko pembuatan parcel lainnya. Ada peningkatan permintaan parcel tahun ini, yang sudah mulai dirasakan sejak Tahun Baru Imlek lalu.
‘'Aktivitas pengiriman parcel ke keluarga maupun kerabat masih kental dilakukan masyarakat. Ini bukannya nyogok, melainkan rasa bersyukur ikut berbagi,” katanya. *dik