Denpasar (BisnisBali) – Jagung menjadi salah satu komoditi yang dikembangkan di Bali saat ini, diprediksi akan mengalami penurunan produksi pada 2010 ini, baik yang terjadi pada subround I (Januari-April), subround II ( Mei-Agustus) maupun subround III (September-Desember).
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Bali, Drs. Ida Komang Wisnu, M.A., belum lama ini mengungkapkan, penurunan produksi jagung 2010 ini masing-masing terjadi sebesar 26,30 persen pada subround I, 3,90 persen subround II dan sebesar 2,06 persen pada subround III jika dibandingkan subround yang sama 2009.
Ia menambahkan, secara total produksi jagung setahun diperkirakan akan mengalami penurunan sebesar 19,50 persen.
Menurut Wisnu, perkiraan penurunan produksi ini bersumber dari adanya penurunan sisa luas tanam akhir jagung Desember 2009 yang lebih kecil dibandingkan tahun sebelumnya.
Ia mengatakan, pada 2009 luas tanam jagung di Bali hanya sebesar 8.228 hektar (29,4 persen) dibandingkan sisa luas tanam akhir bulan yang sama 2008 lalu.
Produksi jagung 2009 sendiri mengalami peningkatan. Kondisi itu terjadi karena dipengaruhi peningkatan produksi yang cukup tinggi di subround I yakni mencapai 33,64 persen yang merupakan tanam di akhir tahun 2008 saat musim hujan, sehingga secara total setahun luas panen jagung naik 5.054 hektar (18,55 persen) dan produktivitas meningkat hanya 0,31 kuintal per hektar (1,09 persen). “Peningkatan inilah yang mampu mendongkrak produksi jagung di Bali pada 2009 lalu,” ujarnya.
Sementara itu, terkait pola panen jagung di Bali selama 2007-2008 lalu, memiliki pola panen yang hampir sama, yakni puncak panen terjadi sekitar Maret yang merupakan musim panen tertinggi (panen raya), sedangkan musim puncak panen terendah terjadi pada Juni-Agustus.
Pada 2009 musim puncak panen jagung terjadi pada Februari, sedikit agak bergeser dari tahun sebelumnya di mana puncak panen terjadi pada Maret 2008.
puncak panen Februari 2009 bersumber dari kegiatan tanam jagung pada November-Desember 2008 yang merupakan rentetan kegiatan tanaman padi tertinggi (tanam raya), sehingga Februari 2009 menjadi masa puncak panen (panen raya) jagung di Bali. *man