11 Maret 2010     
Home
Berita Terkini

 

Agro & Hobi
Sapi di Kintamani Diserang Penyakit Misterius

Bangli (BisnisBali) – Penyakit misterius yang ditandai dengan sapi tak mau makan, kemudian lumpuh sebelum akhirnya mati kini menjadi kekhawatiran para peternak sapi di sejumlah tempat di Kintamani.

Meski belum ada laporan resmi tentang ternak sapi yang mati akibat serangan penyakit misterius ini, sejumlah warga berharap agar instansi terkait di Bangli segera melakukan tindakan untuk mencari tahu penyebab penyakit ini dan sekaligus melakukan antisipasi, agar jangan sampai serangan ini menyebar ke lokasi lainnya.

Salah satu lokasi yang mendapatkan serangan penyakit misterius ini adalah Banjar Kuwum, Desa Sukawana, Kintamani.

Menurut Kelian Banjar Kuwum, I Wayan Armada, sejak seminggu terakhir ini, pihaknya telah menerima laporan adanya kematian 4 ekor sapi milik warga. “Memang ada empat warga yang telah menyatakan sapinya mati setelah diserang penyakit ini,” ungkapnya, belum lama ini.

Menurut Armada, dari empat warganya yang melaporkan sapinya mati tersebut, dua di antaranya adalah I Rawi dan Sang Nyoman Arta. “Gejala sebelum sapi kedua warga kami ini mati sama yakni sapi tak mau makan, sesaat kemudian mengalami kelumpuhan dan mati,” katanya.

Terkait dengan kemungkinan penyebab matinya sapi milik warganya tersebut, Armada belum bisa memastikan. Pasalnya, hingga saat ini belum ada petugas dari instansi terkait yang datang ke lokasi kejadian untuk melakukan penelitian.

“Memang warga kami enggan untuk melaporkan kasus ini kepada petugas dengan berbagai alasan. Mulai dari menganggap kejadian ini adalah musibah yang harus diterima, hingga tak mau berurusan dengan hal-hal lainnya,” katanya.

Namun demikian, lanjut Armada, warga setempat berspekulasi jika kemungkinan penyebab penyakit tersebut adalah penggunaan pestisida atau obat-obatan kimia yang mereka gunakan untuk melakukan pemeliharaan tanaman jeruk yang ada di lokasi ini.

“Meski belum bisa dibuktikan, namun banyak warga kami yang menduga kematian sapi-sapinya itu berkaitan dengan penyemprotan jeruk dengan menggunakan zat kimia,” katanya. *jel

 

 


  Arsip

copyright bisnisbali.com 2005 all right reserved. Designed, developed and maintained by IT Balipost