Denpasar (BisnisBali) – Udang galah merupakan salah satu komoditi perikanan air tawar yang dibudidayakan masyarakat saat ini, harganya tetap stabil dan berkisar Rp 60.000 per kg.
Menurut Dewa Made Sutara, salah satu pembudi daya udang galah serta lobster air tawar di Penatih, belum lama ini, udang galah memiliki harga yang cukup stabil berkisar Rp 60 ribu per kg. Harga tersebut hampir sama dengan harga sebelumnya.
Dengan demikian, kestabilan harga tersebut memacu proses produksi udang galah yang dimiliki, bahkan dirinya menyiapkan 20 ribu bibit udang galah. “Bibit tersebut didatangkan dari Klungkung, dengan harga beli bibit Rp 40.000 per 2.000 bibit,” ujarnya.
Ia menjelaskan, dari enam kolam yang dimiliki sudah terisi dengan bibit udang maupun udang yang sudah siap dipanen. Empat kolam pembesaran saat ini berisi kurang lebih 4.000 ekor, sedangkan dua kolam pembenihan berisi 16.000 ekor.
Lebih jauh dijelaskan, selama enam bulan terakhir dibudidayakan, udang yang ada di kolam pembesaran tersebut sudah laku terjual sejumlah 36 kg, dengan harga Rp 60.000 per kg.
“Biasanya dari jumlah empat ribu ekor tersebut dipanen tiga hingga empat kali, namun saat ini hanya sekali. Hal tersebut dikarenakan pemasaran yang cukup sulit,” ujarnya.
Diungkapkan, selama ini dalam membudidayakan udang tersebut dirinya tidak mengalami kendala. Namun, hanya saja dikhawatirkan jika air yang digunakan tercemar limbah.
“Jika air tercemar limbah baik sisa pestisida petani maupun limbah rumah tangga maka kemungkinan budi daya akan gagal. Namun saat ini masih aman-aman saja,” katanya.
Lebih jauh diungkapkan, kira-kira dari jumlah bibit sebesar itu, bisa dipanen hanya 50 persennya saja. Namun, hal itu sudah dianggap menguntungkan. “Jika tidak ada kendala 50 persen yang dipanen saya sudah memperoleh untung.
Jika dari 4.000 ekor hanya 2.000 yang berhasil dipanen, maka dengan harga Rp 60.000 per kg berisi 5-6 ekor rata-rata keuntungan yang diperoleh mencapai Rp 24 juta,” katanya. *dwi