Denpasar (BisnisBali) – Berbagai langkah dilakukan Pemerintah Kota Denpasar untuk membangkitakan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) salah satunya menggelar pasar rakyat seperti yang dilakukan Kecamatan Denpasar Utara.
Pasar rakyat yang berlangsung tiga hari mulai 5-7 Maret diikuti oleh 22 pedangang. Demikian diungkapkan Camat Denpasar Utara I Made Mertajaya saat ditemui di sela-sela pembukaan pasar rakyat, Jumat kemarin.
Pasar rakyat ini dibuka langsung Wali Kota Denpasar IB Rai Dharmawijaya Mantra yang didampingi Sekda Kota Denpasar AAN Rai Iswara yang ditandai dengan pemukulan serta peninjauan stan-stan pameran, Jumat (5/3) di wantilan pura desa Peguyangan Kaja.
Lebih lanjut Mertajaya menambahkan selain untuk membangkitkan UMKM yang ada di wilayah Kecamatan Denpasar Utara juga untuk memotivasi UMKM yang lain agar lebih meningkatkan produktivitasnya. Di samping itu lebih memperkenalkan lagi produk-produk UMKM yang ada di Denpasar Utara. Dalam pasar rakyat kali ini selain berkaitan dengan HUT ke-18 juga untuk menyambut hari raya Nyepi beberapa hari mendatang.
''Seperti kita dapat lihat pasar rakyat selain menjual produk UMKM juga menjua berbgai jenis keperluan upacara menyambut hari raya Nyepi yang sudah dekat,'' ujar Mertajaya.
Pasar rakyat ini juga mengandeng Asosiasi Pasar Tani (Aspartan) untuk turut menampilkan berbagai produknya. Ke depannya Mertajaya mengharapkan pasar rakya ini akan melibatkan lebih banyak lagi UMKM, mengingat berbagai fasilitas seperti tenda dan meja untuk jualan telah disediakan secara gratis.
Kepala Desa Peguyangan Kaja, Wayan Sutama mengaku sangat senang digelarnya pasar rakyat. Mengingat dengan digelarnya pasar rakyat dapat memberikan kesempatan bagi masyarakat seperti pedagang pupuk organik, susu kedelai untuk menawarkan barang-barang produksinya. Ke depannya Ia mengharapkan pasar rakyat seperti sekarang ini lebih sering di gelar dengan tempat berbeda.
Salah seorang pedagang pakaian adat Bali, Putu Purnama, alamat Jl. A.Yani mengaku sangat senang digelarnya pasar rakyat. ''Saya baru pertama kali mengikuti pasar rakyat seperti sekarang ini,'' ujar Purnama. Kalau sehari-harinya Ia mengaku menjajakan dagangannya dengan berkeliling ke rumah-rumah bahkan sampai ke kantor-kantor.
Dengan adanya pasar rakyat seperti sekarang ini Ia tidak perlu lagi berkeliling meski hanya diselenggarakan dalam waktu 3 hari. Ia mengaku pasar rakyat yang digelar membawa berkah untuk penjualan barang-barangnya. *
|