06 Maret 2010     
Home
Berita Terkini

 

Bisnis Warnet tak Terpengaruh Layanan BlackBerry Murah

Denpasar (BisnisBali) – Adanya layanan BlackBerry Internet Service (BIS) murah, ternyata tidak mempengaruhi perkembangan bisnis warnet. Pasalnya, pemilik ponsel BlackBerry belum begitu banyak sehingga warnet tetap akan dicari.

Di samping itu, keperluan masyarakat terhadap perkembangan informasi dunia luar serta mencari pengetahuan atau perkembangan ilmu yang kiranya sulit ditemukan di buku pelajaran secara umum, terutama bagi kalangan siswa dan mahasiswa cukup tinggi, sehingga warnet saat ini konsumennya masih tergolong stabil.

Menurut Hermawan, salah seorang pemilik usaha warnet di Denpasar, Jumat (5/3) kemarin, seiring dukungan teknologi yang berjalan searah dengan perkembangan informasi, hadirnya BlackBerry dengan layanan BIS yang kian murah, belum terlalu mempengaruhi bisnis warnet. Bisnis warnet tetap memiliki prospek yang cerah ke depannya.

“Warnet saat ini merupakan peluang bisnis yang strategis. Pasalnya, masih tergolong sedikit masyarakat yang memiliki komputer atau laptop yang memiliki fasilitas internet, apalagi yang memiliki BlackBerry,” katanya.

Ia mengatakan, melalui jasa yang disediakannya, pengguna dapat menjadikan internet sebagai aktivitas yang produktif, di antaranya adalah mencari pengetahuan atau perkembangan ilmu yang sulit ditemukan di buku pelajaran secara umum. Begitu juga perkembangan informasi terbaru, hingga untuk akses jejaring sosial seperti facebook .

“Dengan membuka situs internet, masyarakat akan mudah dalam mencari segala informasi dengan lengkap. Tentunya makin lengkap informasi yang diperoleh maka pengetahuan seseorang akan selangkah lebih maju dari orang lain serta banyak memiliki teman melalui jejaring sosial,” katanya.

Banyaknya manfaat yang diperoleh masyarakat dari warnet, makin memacu usaha warnet dalam memberikan fasilitas layanan terlengkap dan terbaik yang dibutuhkan oleh pengguna internet. “Di samping itu, ruangan warnet kami ini dilengkapi dengan AC dan tambahan hear phone serta webcam ,” katanya.

Ia mengakui, usaha jasa warnet sama halnya dengan usaha lainnya, yakni usaha yang memiliki risiko kerugian yang sama besarnya dengan potensi keuntungan yang mungkin didapatkan. “Namun, menurut saya usaha jasa warung internet tetap memiliki prospek yang cukup cerah ke depannya. Sebab, saya percaya bahwa pengguna internet di mana pun pasti akan terus tumbuh seiring meningkatnya tingkat pendidikan dan teknologi,” katanya.

Hal senada diungkapkan Wahyuni, salah seorang pebisnis warnet lainnya. “Hadirnya layanan BIS murah, belum mempengaruhi bisnis warnet,” ujarnya.

Ia menegaskan, perkembangan jasa warnet saat ini kian pesat sejalan dengan kebutuhan masyarakat akan informasi terbaru dan hangat secara global di dunia maya. Apalagi, masyarakat yang memiliki BB maupun laptop masih tergolong rendah saat ini.

Ia mengungkapkan, alasan itulah yang membuat warnet tetap dicari masyarakat yang haus akan informasi dan ilmu pengetahuan, serta tentunya dengan biaya murah. Tarif yang dikenakan bagi pengguna jasa warnet mulai Rp 3.500 per jam. *aya


  Arsip

copyright bisnisbali.com 2005 all right reserved. Designed, developed and maintained by IT Balipost