06 Maret 2010     
Home
Berita Terkini

 

Agro & Hobi
Petugas Disiagakan untuk Cegah Penyebaran Penyakit Unggas

Denpasar (BisnisBali) – Guna mencegah penyebaran penyakit unggas, Disnakkanlut Badung akan menyiagakan sejumlah petugas PDSR di tiap kecamatan yang ada di Badung.

Kepala Disnakkanlut Badung, Ir. I Made Badra, M.M., Jumat (5/3) kemarin mengatakan, sesuai laporan peternak, petugas PDSR di masing-masing kecamatan akan turun menelusuri perkembangan penyakit unggas tersebut.

Ia mengatakan, pemeriksaan penyakit unggas khususnya pada peternakan ayam pedaging dan petelur skala usaha di antaranya dibantu petugas PPL dan dokter hewan dari perusahaan kemitraan atau dokter hewan yang dikontrak peternak mandiri. Selain itu, pemerintah melalui Disnakkanlut Badung telah menerjunkan petugas PDSR.

Dijelaskan, petugas di bawah Disnakkanlut Badung ini akan segera merespons laporan dari peternak yang mengeluhkan terserang penyakit unggas seperti ND termasuk flu burung. Petugas PDSR bertugas di masing-masing kecamatan.

Mereka siap menindaklanjuti laporan peternak selama 24 jam. Berdasarkan laporan tersebut, petugas PDSR ini akan melakukan pemeriksaan ayam atau unggas lain yang mati karena penyakit unggas termasuk kemungkinan ND maupun flu burung.

Ia memaparkan, tiap kecamatan dilengkapi dengan 2 orang petugas PDSR. Jika ada indikasi kasus flu burung atau penyakit unggas lain, peternak cukup melapor ke kepala lingkungan selanjutnya kepala lingkungan bisa melapor ke kepala desa (kades)/lurah. Kades/lurah bisa menyampaikan kepada petugas PDSR untuk segera turun ke lapangan.

Lebih lanjut dikatakan, petugas PDSR dalam mengobservasi kasus penyakit unggas di lapangan tentunya menggunakan prosedur yang jelas. Salah satu contoh ada kasus ND termasuk flu burung dilakukan dengan pemeriksaan tahap awal menggunakan rapid test .

Jika hasil rapid test ini menunjukkan ayam positif flu burung akan dilakukan pemeriksaan lanjutan melalui uji laboratorium. Walaupun rapid test menunjukkan ayam yang mati positif flu burung, kemungkinan ayam tersebut juga bisa positif ND sehingga perlu pemeriksaan lanjutan untuk mendapatkan hasil yang lebih pasti.

Badra menambahkan, rapid test merupakan pemeriksaan awal untuk menunjukkan kemungkinan ayam mati terserang flu burung atau ND. Sementara itu, uji laboratorium ini wajib dilakukan petugas PDSR untuk memastikan ayam yang mati benar-benar terserang flu burung. *kup

 


  Arsip

copyright bisnisbali.com 2005 all right reserved. Designed, developed and maintained by IT Balipost