22 Oktober 2010   
Home
Berita Terkini

 

::Boga
Sate Biawak Berkhasiat dan Miliki Nilai Ekonomis

Denpasar (BisnisBali) - Bagi sebagian masyarakat Bali, menyantap daging alu atau lebih dikenal dengan biawak bukan hal biasa. Namun, di tangan A Praba Astuti, species yang menyerupai komodo ini disulap menjadi masakan dengan sensasi rasa yang mengoyang lidah.

 Tak hanya itu, hewan jenis reptil ini juga dipercaya memiliki khasiat sebagai obat penyembuh penyakit asma, kegemukan, penyakit kulit (eksim dan gatal-gatal), jantung dan lainnya.

'Tampang hewan ini memang menyeramkan, dengan lidah yang kerap menjulur. Namun, jika pandai mengolah binatang yang kelihatan menggelikan ini akan membuat penikmatnya ketagihan,'' ucap Astuti, pemilik Rumah Makan Prabasta di Denpasar, Kamis (21/1) kemarin.

Ia mengaku, memiliki bumbu khusus agar rasa sate biawak tidak terasa amis. Cara mengolahnya sama seperti mengolah sate ayam atau kambing.

'Bumbu yang saya pergunakan berbeda dari bumbu sate yang kebanyakan dipakai pedagang. Untuk membumbui daging biawak, saya mencoba mengkombinasikan resep khas Bali dengan resep Jawa. Hasilnya, bisa dilihat sendiri tiap hari hampir tak pernah sepi. Mereka bukan saja warga lokal, tetapi wisatawan asing yang sengaja mencicipi sate biawak,'' promosinya.

Bagian yang diambil dari biawak, diterangkan Astuti, adalah dagingnya. Sebelum dikuliti, biawak terlebih dahulu disembelih. Tapi menyembelih biawak tidak seperti menyembelih hewan ternak pada umumnya. Menyembelih biawak dilakukan dengan dua batang lidi sepanjang yang ditusukan ke hidung. Hanya dengan itu, biawak akan mati. 'Setelah mati, biawak digantung untuk dikuliti. Dagingnya yang bertekstur lembut kemudian dipotong-potong seperti sate. Selain disate, daging biawak juga dibuat gulai,'' paparnya.

Satu porsi sate biawak, dikatakan Astuti, ditawarkan seharga Rp 12.000. Satu porsi sate biawak sudah termasuk gulai dan nasi putih atau ketupat tergantung dari permintaan konsumen.

'Masyarakat banyak yang meminati sate alu bukan lantaran rasanya yang enak, tetapi khasiat yang terkandung dalam biawak sedangkan, biawaknya sendiri saya dapatkan dari pengepul,'' tambahnya.

Budiarta, penikmat sate alu mengakui, menu dari satwa liar mempunyai cita rasa yang berbeda, jika dibandingkan dengan makanan berbahan daging lainnya. Rasa dagingnya lebih empuk, eksotik dan enak sekali. 'Selain lezat, yang saya ketahui olahan itu juga berkhasiat mempercantik kulit,'' ungkapnya. *pwt


  Arsip

copyright bisnisbali.com 2005 all right reserved. Designed, developed and maintained by IT Balipost