26 Mei 2009   
Home
Berita Terkini

 

Kancing Baju dari Batok Kelapa Proses Mudah tapi Bernilai Jual Tinggi

Gianyar (BisnisBali) -Banyak bidang usaha yang bisa dijadikan prospek bisnis. Salah satu contoh yang sederhana adalah, mendaur ulang buah kelapa untuk dijadikan kerajinan. Bidang usaha ini sering dianggap sepele, tapi bagi pengusaha kecil yang jeli, kelapa bisa menjadi mesin uang.

Salah satu contoh adalah pengusaha mikro di Desa Sukawati, Gianyar yang membuat kancing dari batok kelapa. Mereka tanpa keluar modal besar mengumpulkan bahan baku (tempurung) dari pasar-pasar dan petani kopra untuk dibuat kancing. Prosesnya cukup mudah, namun bernilai jual tinggi.

Di salah satu sudut Pasar Sukawati misalnya, terdapat banyak art-shop yang menjual berbagai barang kerajinan tangan. Salah satu itemnya dan yang paling sering dicari adalah kancing batok.

“Pembelinya kebanyakan pemilik garmen dan juga pengusaha pakaian yang membutuhkan kancing untuk baju-baju yang berkesan etnik,” ujar Suardana, salah satu penyedia kancing dan berbagai kerajinan dari batok kelapa di Pasar Seni Sukawati, Senin (25/5) kemarin.

Dijelaskan, kancing batok kelapa diperoleh dari perajin di sekitar. Batok kelapanya pun digarap dengan sedikit sentuhan seni, agar memiliki nilai tambah.

Selain dibuat menjadi kancing, batok juga diubah menjadi celengan, gelas seloki, dan sebagainya. Perajin memilih tempurung yang lebih kecil. Biasanya diambil dari jenis kelapa gading yang berbuah kecil.

Namun ada sedikit kendala untuk memperoleh tempurung kelapa yang kecil. Sebab kebanyakan buahnya jarang diperjualbelikan. Seperti halnya kelapa biasa.

Jadi untuk mengumpulkannya, perajin berburu ke penduduk-penduduk yang memiliki kelapa gading. Tapi untuk pembuatan kancing baju tidak masalah menggunakan jenis tempurung kelapa yang besar atau kecil.

‘’Walaupun kadang-kadang sulit memperoleh bahan baku, sampai saat ini prospek bisnis tempurung kelapa masih cerah, selama perusahaan pakaian membutukan kancing baju yang terkesan etnik dan unik, kerajinan kancing berbahan tempurung kelapa akan tetap dicari,” tandas Suardana. *ade

 

  Arsip

copyright bisnisbali.com 2005 all right reserved. Designed, developed and maintained by IT Balipost