06 Mei 2009    
Home
Berita Terkini

 

::Gaya Hidup
Di Bali, Olah Raga Senam Diterima Semua Kalangan
Denpasar (BisnisBali) - Dengan makin meningkatnya kesadaran masyarakat untuk hidup sehat, memacu perkembangan khususnya olah raga senam di Bali. Selama ini perkembangan olah raga senam cukup bagus.

Demikian diungkapkan pemilik Lala Studio, Grace Tangkudung, Selasa (5/5) kemarin di Denpasar. Dikatakan, senam di studio atau sanggar senam selama ini diidentikan dengan kalangan menengah ke atas saja, namun sekarang olah raga senam sudah mencakup semua kalangan.

Lebih jauh dikatakan, di samping sudah merambah berbagai kalangan masyarakat, gerakan senam serta variasi senam pun beragam. Mulai dari aerobik, pilates, salsa, senam poco-poco bahkan yang sekarang ini menjadi tren adalah senam yang disebut line dance.

Pemilik sanggar senam yang sudah meluluskan 600 pesenam ini menjelaskan, senam line dance itu adalah dansa berbaris tanpa pasangan. Dan, senam ini mulai digemari kalangan pecinta olah raga senam, sebab senam berbaris tersebut sebagai salah satu senam yang mampu membakar kalori hingga 200-300 kalori per jam.

Hal itu berbeda dengan senam jenis lainnya, yang hanya mampu membakar kurang dari jumlah kalori tersebut per jamnya. Di samping itu, senam ini juga diiringi dengan berbagai macam irama seperti cha-cha, rumba, walts, country, jive, disco, salsa, reggae, bahkan dangdut.

’’Berbeda dengan senam poco-poco, senam line dance ini memiliki gerakan berbeda-beda tergantung irama musik yang digunakan," ujarnya.

Menurut Ketua Persatuan Senam Indonesia cabang Bali ini, variasi senam apa pun yang dipilih atau dilakukan oleh seseorang asal mampu membakar kalori itu bagus. Terlebih lagi untuk mendapatkan tubuh ideal khususnya bagi kaum wanita.

Namun, minimal olah raga senam tersebut harus rutin dilakukan paling tidak 1 minggu 3 kali. "Untuk mendapatkan tubuh ideal, seseorang harus rutin melakukan senam. Jangan setengah-setengah, sekarang senam 3 kali seminggu, minggu depannya tidak pernah senam," ujarnya.

Disinggung mengenai idealnya seseorang melakukan senam, ia menambahkan, umur yang paling ideal yaitu 17 tahun, sebab di umur sekian perkembangan tubuh khusunya wanita cepat mengalami kegemukan. Bagi wanita yang berumur 48 untuk menurunkan berat badan sulit dengan melakukan senam.

Ditambahkan, untuk itu agar mendapatkan bentuk tubuh ideal, di samping melakukan senam juga harus dibarengi dengan pengaturan pola makan. "Jika hanya senam saja tidak dibarengi dengan pola makan yang sehat agak sulit mendapatkan tubuh ideal," imbuhnya.

Lebih jauh disinggung mengenai biaya melakukan latihan senam di tempatnya, ia lebih jauh menambahkan, untuk sekali datang senam ke studio miliknya yang tersebar di beberapa tempat di Denpasar rata-rata dikenakan biaya Rp 7-10 ribu per sekali latihan. Sedangkan, untuk kelas privat dikenakan biaya rata-rata Rp 2 juta- Rp 2,5 juta per 8-10 kali latihan. *dwi
  Arsip

copyright bisnisbali.com 2005 all right reserved. Designed, developed and maintained by IT Balipost