22 September 2008  
Home
Berita Terkini

 

Bagus Soediana Dukung Penyediaan ‘’Shuttle Bus’’
Rencana Pemerintah Kota (Pemkot)Denpasar menyediakan shuttle bus yang melalui areal kawasan objek wisata di Denpasar merupakan salah satu gebrakan yang jitu untuk menggaet wisatawan.

Bagus Soediana melihat masyarakat termasuk pelaku pariwisata patut mendukung program pemerintah tersebut untuk menggairahkan sektor pariwisata khususnya di Kota Denpasar.

Pria kelahiran Amlapura 9 Agustus 1953 ini mengatakan objek wisata di Kota Denpasar memang perlu mendapatkan sentuhan promosi. Dalam upaya mengenal objek wisata di Denpasar, Pemkot Denpasar perlu memberikan kemudahan-kemudahan yang bisa menarik wisatawan.

Salah satunya pemerintah perlu menyiapkan kendaraan shuttle bus bagi wisatawan mancanegara (wisman) yang ingin berkeliling di Kota Denpasar.
Dijelaskan, peluncuran shuttle bus ini tentunya mesti melalui tahap pengenalan.

Untuk tahap awal, shuttle bus ini mesti ditawarkan secara gratis sebagai rangsangan bagi wisatawan menggunakan armada tersebut. Ke depan, untuk meningkatkan pendapatan daerah, pengelola shuttle bus ini bisa mengarah ke tujuan yang lebih ekonomis.

Dari sisi pemasaran, promosi shuttle bus gratis untuk wisman (rangkaian kegiatan pengenalan objek wisata di Denpasar) tidak terlalu menyimpang dari strategi pemasaran.

Ini tidak beda jauh dengan upaya biro perjalan wisata (BPW) di Bali melakukan promosi ke luar negeri dengan memberikan diskon tarif penerbangan, diskon tarif akomodasi termasuk diskon tarif paket wisata.

Diskon tarif tersebut hanya berlaku untuk pengelola BPW (BPW di luar negeri) yang membawa wisatawan ke Bali. Intinya juga upaya pengenalan dan menggaet wisatawan lebih banyak ke Bali.

Suami Putu Mas Sunita ini menilai penawaran shuttle bus gratis untuk wisman di Denpasar masih batas yang wajar. Hal ini murni untuk pengenalan potensi dan objek wisata khususnya di Kota Denpasar. “Bila objek wisata di Kota Denpasar tak dikenal maka sulit akan dikunjungi oleh wisatawan,” ucapnya.

Bapak 3 anak ini memastikan penawaran shuttle bus gratis akan munculkan banyak kritikan dari beberapa kalangan. Bahkan, akan muncul pandangan negatif shuttle bus tersebut akan dikira proyek buang-buang uang. Pemerintah kota perlu membuka wawasan masyarakat akan pentingnya upaya promosi.

Perlu ada keyakinan bahwa dengan promosi tersebut selanjutnya masyarakat akan diuntungkan dengan bangkitnya sektor pariwisata di Kota Denpasar.

Pengelolaan shuttle bus gratis ini tentunya perlu dilaksanakan dengan perencanaan yang matang. Jika objek wisata di Kota Denpasar belum banyak dikunjungi wisatawan maka promosi dengan shuttle gratis perlu dilanjutkan kembali. Sebaliknya, jika pengunjung membludak (ramai), pengelola shuttle bus ini bisa mengenakan biaya/ongkos angkut.

Ketua Persatuan Angkutan Wisata Bali (Pawiba) mengakui pengelola shuttle bus di Denpasar bisa saja mencontoh pengelolaan komotra di Kuta. Wisatawan di Denpasar bisa diajak berkeliling dengan rute dan waktu yang jelas.

Ia memastikan anggota pawiba tidak akan khawatir dengan adanya kendaraan shuttle bus di kawasan Kota Denpasar. Kendaraan tersebut memiliki segmen pasar tersendiri dan hanya mengunjungi objek wisata yang jumlahnya terbatas.

Sama halnya dengan kendaraan shuttle di Nusa Dua yang khusus digunakan untuk tranportasi di seputar kawasan Nusa Dua. Sementara kendaraan angkutan pariwisata (di bawah pawiba) tetap melayani kegiatan tour keliling Bali.*kup
  Arsip

copyright bisnisbali.com 2005 all right reserved. Designed, developed and maintained by IT Balipost