Denpasar (BisnisBali) – Keterbatasan lahan
pertanian di Kota Denpasar perlu program strategis, tanaman
produktif sangat bermanfaat tingkatkan pendapatan petani.
Selain petani mampu memproduksi tanaman pangan produktif,
juga dikembangkan jiwa wirausaha.
Sambil bertani dan mampu mencari pasar sendiri. Kondisi tersebut
sangat tepat, karena Denpasar merupakan pusat perdagangan.
Hal tersebut diungkapkan Kepala Dinas Pertanian dan Kelautan
Kota Denpasar, Ir. Nengah Udiarsha, MSi., Minggu (21/9) kemarin
di Denpasar.
Secara administratif pemerintah Kota Denpasar dengan luas
wilayah 127.78 km2 terbagi menjadi 4 kecamatan yakni Denpasar
Barat, Denpasar Timur, Denpasar Selatan dan Denpasar Utara.
Masing-masing memiliki luas wilayah 24.06 km2, 22.31 km2,
49.99 km2, dan 31.42 km2.
‘’Luas lahan sesuai Perda No. 10 tahun 1999
tentang RTRW Kota Denpasar luas lahan persawahan dan non
sawah meliputi, Denpasar Timur lahan sawah seluas 726 ha
dan bukan sawah 1.505 ha, Denpasar Barat 285 ha lahan persawahan
dan 2.122 ha bukan sawah, Denpasar Selatan 935 ha lahan
persawahan dan 4.064 ha bukan sawah serta Denpasar Utara
771 ha sawah dan 2,371 ha bukan sawah,’’ jelasnya
sambil menyebutkan luas wilayah Kota Denpasar 12.788 km2,
sampai akhir tahun 2006 memiliki lahan sawah produktif 2.717
ha, lahan pekarangan 7.831 ha dan tegal/kebun 396 ha.
Udiarsha menjelaskan, upaya peningkatan produksi pertanian
tanaman pangan dan hortikultura dititikberatkan pada peningkatan
produktivitas dengan sasaran pengembangan. Yakni pada lahan
sawah komoditas yang dikembangkan diprioritaskan jenis komoditas
nasional (padi, jagung dan kedelai).
Komoditi unggulan seperti semangka dan melon juga terus
ditingkatkan. Produksi spesifik juga dikembangkan jenis
bawang merah dan bawang putih serta komoditi andalan sayuran
darat rendah.
‘’Untuk lahan kering kami kembangkan komoditi
buah-buahan seperti mangga, rabutan dan tanaman hias sebagai
unggulan pada lahan kering juga dikembangkan tanaman anggrek
dalam pot, pembibitan maupun anggrek dalam tanah (vandal
Douglas) berupa bunga potong.
Sedangkan untuk pemanfaatan lahan pekarangan yang cukup
luas, sangat cocok dikembangkan tanaman buah dan sayuran
serta tanaman hias untuk tujuan komersial. Sedangkan pada
lahan sempit juga dikembangkan tanaman sayuran dan tanaman
hias.
Lahan kavlingan yang belum dimanfaatkan, dapat dikembangkan
sayuran berumur pendek terutama jenis sawi, selada, mukafe,
bayam cabut dan kangkung. Juga tersedia lahan kosong sangat
bagus dikembangkan untuk tanaman pisang dan papaya. *sta
|