22 September 2008  
Home
Berita Terkini

 

::Potensi
Kembangkan Tanaman Produktif di Lahan Sempit
Denpasar (BisnisBali) – Keterbatasan lahan pertanian di Kota Denpasar perlu program strategis, tanaman produktif sangat bermanfaat tingkatkan pendapatan petani. Selain petani mampu memproduksi tanaman pangan produktif, juga dikembangkan jiwa wirausaha.

Sambil bertani dan mampu mencari pasar sendiri. Kondisi tersebut sangat tepat, karena Denpasar merupakan pusat perdagangan. Hal tersebut diungkapkan Kepala Dinas Pertanian dan Kelautan Kota Denpasar, Ir. Nengah Udiarsha, MSi., Minggu (21/9) kemarin di Denpasar.

Secara administratif pemerintah Kota Denpasar dengan luas wilayah 127.78 km2 terbagi menjadi 4 kecamatan yakni Denpasar Barat, Denpasar Timur, Denpasar Selatan dan Denpasar Utara. Masing-masing memiliki luas wilayah 24.06 km2, 22.31 km2, 49.99 km2, dan 31.42 km2.

‘’Luas lahan sesuai Perda No. 10 tahun 1999 tentang RTRW Kota Denpasar luas lahan persawahan dan non sawah meliputi, Denpasar Timur lahan sawah seluas 726 ha dan bukan sawah 1.505 ha, Denpasar Barat 285 ha lahan persawahan dan 2.122 ha bukan sawah, Denpasar Selatan 935 ha lahan persawahan dan 4.064 ha bukan sawah serta Denpasar Utara 771 ha sawah dan 2,371 ha bukan sawah,’’ jelasnya sambil menyebutkan luas wilayah Kota Denpasar 12.788 km2, sampai akhir tahun 2006 memiliki lahan sawah produktif 2.717 ha, lahan pekarangan 7.831 ha dan tegal/kebun 396 ha.

Udiarsha menjelaskan, upaya peningkatan produksi pertanian tanaman pangan dan hortikultura dititikberatkan pada peningkatan produktivitas dengan sasaran pengembangan. Yakni pada lahan sawah komoditas yang dikembangkan diprioritaskan jenis komoditas nasional (padi, jagung dan kedelai).

Komoditi unggulan seperti semangka dan melon juga terus ditingkatkan. Produksi spesifik juga dikembangkan jenis bawang merah dan bawang putih serta komoditi andalan sayuran darat rendah.

‘’Untuk lahan kering kami kembangkan komoditi buah-buahan seperti mangga, rabutan dan tanaman hias sebagai unggulan pada lahan kering juga dikembangkan tanaman anggrek dalam pot, pembibitan maupun anggrek dalam tanah (vandal Douglas) berupa bunga potong.

Sedangkan untuk pemanfaatan lahan pekarangan yang cukup luas, sangat cocok dikembangkan tanaman buah dan sayuran serta tanaman hias untuk tujuan komersial. Sedangkan pada lahan sempit juga dikembangkan tanaman sayuran dan tanaman hias.

Lahan kavlingan yang belum dimanfaatkan, dapat dikembangkan sayuran berumur pendek terutama jenis sawi, selada, mukafe, bayam cabut dan kangkung. Juga tersedia lahan kosong sangat bagus dikembangkan untuk tanaman pisang dan papaya. *sta


  Arsip

copyright bisnisbali.com 2005 all right reserved. Designed, developed and maintained by IT Balipost