Denpasar (BisnisBali) – Usaha kecil dan menengah
(UKM) yang selama ini menjadi salah satu sektor penggerak
perekonomian Denpasar, akan diprioritaskan.
Salah satu upaya yang akan dibangun Pemkot Denpasar dalam
memberikan perhatian pada sektor UKM adalah adanya inkubator
bisnis (inbis). Inbis yang akan menjadi ”kampusnya”
para pelaku UKM ini akan diselenggarakan di Pasar Kumbasari
lantai V.
Plt. Kepala Dinas Disperindag Kota Denpasar, Drs. I Wayan
Gatra, dalam waktu dekat ini inbis akan hadir di Pasar Kumbasari.
Inbis merupakan salah satu sarana bagi pelaku UKM maupun masyarakat
yang ingin menjadi pengusaha untuk belajar.
’’Sebagai tempat belajar bagi pelaku UKM maupun
masyarakat yang ingin menjadi pengusaha, mereka bisa mendapatkan
berbagai hal tentang dunia usaha. Di tempat ini pula akan
digelar pelatihan-pelatihan secara berkesimbanngan,’’
ujarnya, di Denpasar, belum lama ini.
Untuk memasyarakat internet di kalangan UKM, kata Gatra, di
inbis ini akan dilengkapi hot spot. Dengan fasilitas seperti
itu, pelaku UKM dapat mengakses internet secara bebas di tempat
ini. Sementara bagi masyarakat maupun melaku UKM yang masih
panasaran dengan dunia maya tersebut, dapat mengikuti pelatihan
internet di inbis ini.
’’Dengan internet, pelaku UKM dapat mengakses
berbagai informasi yang diperlukan, baik menyangkut peluang
pasar, tren produk, pasokan material industri maupun informasi
lain yang berkaitan dengan dunia usaha,’’ terangnya.
Pemkot Denpasar, kata Gatra, sudah menyadari pentingnya peran
internet dalam memajukan usaha. Terkait dengan hal ini, tahun
yang lalu telah dilakukan launching e-commerce. Kemudian dilakukan
pelatihan-pelatihan internet kepada pelaku UMKM se-Kota Denpasar.
Belum lama ini bekerja sama dengan Sabha Yowana Kota Denpasar
dan Badan Eksekutif Mahasiswa Ekonomi Universitas Udayana,
juga diselenggarakan pelatihan internet.
’’Dalam waktu dekat ini, kita akan kembali melakukan
sosialiasi manfaat internet pada pelaku UMKM di Kota Denpasar.
Sarana yang sudah di-launching setahun lalu, juga sudah bisa
dimanfaatkan pelaku UMKM dalam memajang produk-produknya,’’
ujar Gatra.
Di samping tempat belajar, kata Gatra, para pelaku UKM juga
bisa mendapatkan pendampingan. Sebab inbis memang dirancang
sebagai tempat pelatihan, pendampingan dan sarana dalam melakukan
riset pasar.
’’Diharapkan pengusaha maupun masyarakat yang
ingin membangun usaha, dapat belajar atau meningkatkan usahanya
di tempat ini. Mereka juga akan mendapatkan pendampingan untuk
mengajukan kredit tanpa agunan (KTA),’’ ujarnya.
*nat
|