Renon (BisnisBali) – Tidak hanya kalangan pengusaha
hotel di Bali yang ketiban rezeki, menjelang Lebaran jasa
transportasi juga kian bergairah. Pasalnya, pesanan jasa angkutan
wisata serta kamar hotel sudah mulai melonjak untuk awal-awal
Oktober.
“Pesanan dari dalam negeri seperti Jakarta, Bandung,
Semarang dan Surabaya untuk penginapan dan jasa angkutan wisata
sudah terjadi sejak awal Agustus,” ujar Assistant Managing
Director Jan’s Tour & Travel, Mega M. kepada BisnisBali,
Minggu (21/9) kemarin.
Menurutnya, wisatawan domestik tak bisa dipandang sebelah
mata. Sebab, memiliki potensi yang hampir sama dengan wisatawan
mancanegara. Tidak hanya hotel berbintang yang laku tapi juga
hotel melati yang biasanya dimanfaatkan tamu rombongan seperti
anak-anak sekolah.
Managing Director KCBJ Tour & Travel, Al Purwa mengatakan
selama Oktober, keberadaan wisatawan baik asing maupun domestik
akan tumpah ruah di Bali.
Sebab, selain ada momen Lebaran juga ada even Asian Beach
Games (ABG) yang akan dimulai pertengahan bulan, di samping
juga ditunjang faktor bahwa pada Oktober itu termasuk musim
ramai kunjungan wisatawan.
“Dari segi kesiapan jasa angkutan dapat dipastikan tidak
akan kewalahan, karena jumlah armada wisata di Bali cukup
banyak, yakni mencapai 2.400 unit angkutan sewa yang berkapasitas
9 orang ke bawah, ditambah lagi armada bus sebanyak 900 unit.
Apalagi, sebagian wisatawan domestik umumnya membawa langsung
kendaraan dari Jawa,” ujar pengusaha yang juga ketua
Asita Bali.
Menurutnya, Bali seharunya memiliki angkutan masal atau umum,
sehingga tidak lagi didominasi kendaraan pribadi yang kerap
minimbulkan kemacetan seperti di kawasan lalulintas di Kuta.
*pwt
|