Denpasar (BisnisBali) - Diperkirakan 10.000 orang
akan terlibat dalam Gema Perdamaian 2008 yang akan digelar
12 Oktober mendatang di Monumen Perjuangan Rakyat Bali. Gema
Perdamaian menjadi momentum penting untuk menunjukan Bali
sebagai destinasi yang memancarkan kedamaian ke seluruh dunia.
"Tahun ini kita perkirakan Gema Perdamaian diikuti sekitar
10.000 orang," ungkap Ketua Panitia Gema Perdamaian 2008,
Sudiarta Indrajaya, akhir pekan lalu di Media Centre.
Menurutnya, pelaksanaan even ini bertepatan dengan tragedi
kemanusiaan bom Bali, 12 Oktober 2002. Ia menegaskan Gema
Perdamaian bukan untuk memperingati tragedi yang menelan 202
korban meninggal.
Menurutnya, Gema Perdamaian "Love and Peace" 2008
adalah salah satu kegiatan yang cukup penting, untuk menunjukan
negeri ini cinta damai. "Kita tunjukan Bali sebagai pemancar
kedamian ke seluruh dunia," tandasnya. Bom Bali 2002
lalu tidak membuat masyarakat Bali anarkis. Bali tetap Shanti
kendati ada orang yang melukai perasaan orang Bali.
Pada 12 Oktober 2003, Mantan Perdana Menteri Australia, John
Howar beserta 1.000 orang korban dan keluarga korba bom Bali
2002 untuk berdoa di Bali. "Orang dari luar mau datang
berdoa, masa kita tidak," imbuhnya.
Sebagai salah satu acara penting, pihaknya berupaya untuk
melibatkan sejumlah tokoh intenasional. "Kita berharap
acara ini nantinya bisa melibatkan tokoh internasional, seperti
Sekjen PBB, Dalaylama dan sejumlah tokoh penting lain,"
harapnya. Tahun ini gema perdamaian memasuki agenda tahun
keenam. *wid
|