Denpasar (BisnisBali)- Peningkatan jumlah pemudik
menjelang Lebaran tahun 2008 ini dipastikan membuat kendaraan
Angkutan Kota Antar Propinsi (AKAP) kewalahan melayani para
pemudik yang akan ke luar Bali.
Organda meminta pawiba menyiagakan armadanya untuk menutupi
kekurangan armada AKAP menjelang Lebaran 2008 mendatang. Demikian
dikemukakan Ketua Organda Bali, IK. Eddy Dharma Putra, S.Sos.,
Sabtu (20/9) lalu.
Dikatakan, menjelang Lebaran 2008 ini akan terjadi peningkatan
permintaan pada angkutan reguler terutama AKAP di Bali. Untuk
mengantisipasi adanya lonjakan permintaan pemudik tahun ini,
untuk tahap awal Organda akan mengoptimalkan pemanfaatan angkutan
cadangan AKAP.
Dijelaskan, pada ring kedua Organda akan memanfaatkan angkutan
(angkutan kota dalam propinsi) AKDP. Angkutan AKDP ini akan
digunakan mengangkut pemudik sampai di pelabuhan Gilimanuk.
Selanjutnya, para pemudik ini bisa menggunakan armada angkutan
di Pelabuhan Ketapang untuk tujuan daerah-daerah di pulau
Jawa.
Organda juga meminta angkutan pariwisata di bawah Pawiba untuk
menyiagakan armadanya. Angkutan pariwisata ini digunakan untuk
mengantar para pemudik sampai di tempat tujuan. Pemanfaatkan
angkutan pariwisata ini murni untuk mendukung kelancaran arus
mudik serangkaian Lebaran ini.
Dipaparkan dalam mendukung AKAP dalam rangkaian arus mudik
ini, angkutan pariwisata Bali tentunya mesti mengikuti aturan
pemerintah. Izin sementara untuk armada pawiba, Organda akan
meminta izin insidental yang dikeluarkan oleh dinas perhubungan
propinsi.
Izin ini berlaku untuk sekali pemberangkatan selama kegiatan
arus mudik. “Dengan berbekal izin insidentil tersebut,
angkutan pariwisata Bali diminta selalu siaga,” ucapnya.
Menurutnya, kekurangan armada untuk arus mudik akan bisa dilihat
menjelang H-7 Lebaran. Untuk saat ini, PO bus AKAP sudah dipenuhi
dengan pesanan tiket mudik keperluan mudik mulai H-7 menjelang
Lebaran. *kup
|