Denpasar (BisnisBali) – Khasiat batu giok sebenarnya
sudah dikenal sejak ribuan tahun lalu. Di Asia Timur penggunaan
batu ini untuk penyembuhan berbagai macam penyakit sudah sangat
populer.
Berbagai penyakit mulai sakit di punggung hingga ke bagian
atas serta untuk melancarkan peredaran darah adalah salah
satu khasiat terapi ini. Di samping itu, bagi masyarakat yang
ingin awet muda, terapi batu giok juga dapat digunakan karena
batu ini mengandung magnesium dan kalsium.
Menurut Ni Wayan Sumariathi, salah seorang pengelola salon
yang menyediakan terapi batu giok, di kawasan Kerobokan, Minggu
(21/9) kemarin, konsumen kini makin banyak yang ingin mencoba
terapi dengan sensasi baru berupa terapi batu giok.
“Terapi ini menggunakan batu keramat. Alat terapinya
sendiri berbentuk kapsul yang dirancang berbentuk kubah. Di
dalamnya tersusun batu giok dan menggunakan emitter penghasil
sinar inframerah. Hal ini untuk memancarkan energi panas yang
terserap di tubuh,” ujarnya.
Lanjut dia, emitter penghasil sinar inframerah tersebut terbuat
dari lempengan carbon epoxy. Apabila tubuh pasien dibaringkan
di dalam kapsul carbon epoxy serta roller ini, batu giok akan
memijat dari tulang leher hingga tulang paha bawah, tumit,
hingga betis.
“Pijatan otomatis yang disertai suhu panas akan bekerja
selama 33 menit dengan biaya pemijatan Rp 10.000 per 33 menit.
Jika tubuh terasa sakit, tekanan akan berhenti beberapa saat,”
katanya.
Penggunaan batu giok, juga dapat membantu mengembalikan vitalitas,
merangsang regenerasi sel, meningkatkan daya tahan tubuh,
dan merangsang tubuh melawan penyakit.
Tak aneh jika berbagai penyakit yang telah ditangani secara
medis akan mengalami proses pemulihan lebih cepat setelah
memanfaatkan terapi yang nilai investasinya sekitar Rp 35
juta per unit ini.
“Tentu saja terapi ini tak hanya ditujukan bagi orang
sakit. Bagi masyarakat yang masih sehat tapi menderita diabetes
dengan fungsi pankreas terganggu, terapi ini juga amat bermanfaat,”
ungkapnya.
Kerja batu giok, akan merangsang pusat saraf, sehingga penderita
bisa menghasilkan insulin dan sedikit demi sedikit bebas dari
diabetes.
Hal senada diungkapkan Wahyuni, salah seorang penyedia terapi
batu giok lainnya. “Terapi batu giok ini sama sekali
tak ada efek samping. Meski sedang mengonsumsi obat dari dokter,
pengguna tak perlu takut,” ujarnya.
Namun, reaksi pertama setelah terapi biasanya membuat kepala
berat dan pusing. Ini adalah indikasi seseorang memiliki tekanan
darah tinggi. Namun, hal ini normal. “Asal terapi dilakukan
teratur, pasien bakal sembuh dari berbagai penyakitnya,”
katanya. *aya