22 September 2008  
Home
Berita Terkini

 

::Gaya Hidup
Terapi Batu Giok makin Populer
Denpasar (BisnisBali) – Khasiat batu giok sebenarnya sudah dikenal sejak ribuan tahun lalu. Di Asia Timur penggunaan batu ini untuk penyembuhan berbagai macam penyakit sudah sangat populer.

Berbagai penyakit mulai sakit di punggung hingga ke bagian atas serta untuk melancarkan peredaran darah adalah salah satu khasiat terapi ini. Di samping itu, bagi masyarakat yang ingin awet muda, terapi batu giok juga dapat digunakan karena batu ini mengandung magnesium dan kalsium.

Menurut Ni Wayan Sumariathi, salah seorang pengelola salon yang menyediakan terapi batu giok, di kawasan Kerobokan, Minggu (21/9) kemarin, konsumen kini makin banyak yang ingin mencoba terapi dengan sensasi baru berupa terapi batu giok.

“Terapi ini menggunakan batu keramat. Alat terapinya sendiri berbentuk kapsul yang dirancang berbentuk kubah. Di dalamnya tersusun batu giok dan menggunakan emitter penghasil sinar inframerah. Hal ini untuk memancarkan energi panas yang terserap di tubuh,” ujarnya.

Lanjut dia, emitter penghasil sinar inframerah tersebut terbuat dari lempengan carbon epoxy. Apabila tubuh pasien dibaringkan di dalam kapsul carbon epoxy serta roller ini, batu giok akan memijat dari tulang leher hingga tulang paha bawah, tumit, hingga betis.

“Pijatan otomatis yang disertai suhu panas akan bekerja selama 33 menit dengan biaya pemijatan Rp 10.000 per 33 menit. Jika tubuh terasa sakit, tekanan akan berhenti beberapa saat,” katanya.

Penggunaan batu giok, juga dapat membantu mengembalikan vitalitas, merangsang regenerasi sel, meningkatkan daya tahan tubuh, dan merangsang tubuh melawan penyakit.

Tak aneh jika berbagai penyakit yang telah ditangani secara medis akan mengalami proses pemulihan lebih cepat setelah memanfaatkan terapi yang nilai investasinya sekitar Rp 35 juta per unit ini.

“Tentu saja terapi ini tak hanya ditujukan bagi orang sakit. Bagi masyarakat yang masih sehat tapi menderita diabetes dengan fungsi pankreas terganggu, terapi ini juga amat bermanfaat,” ungkapnya.

Kerja batu giok, akan merangsang pusat saraf, sehingga penderita bisa menghasilkan insulin dan sedikit demi sedikit bebas dari diabetes.

Hal senada diungkapkan Wahyuni, salah seorang penyedia terapi batu giok lainnya. “Terapi batu giok ini sama sekali tak ada efek samping. Meski sedang mengonsumsi obat dari dokter, pengguna tak perlu takut,” ujarnya.

Namun, reaksi pertama setelah terapi biasanya membuat kepala berat dan pusing. Ini adalah indikasi seseorang memiliki tekanan darah tinggi. Namun, hal ini normal. “Asal terapi dilakukan teratur, pasien bakal sembuh dari berbagai penyakitnya,” katanya. *aya


  Arsip

copyright bisnisbali.com 2005 all right reserved. Designed, developed and maintained by IT Balipost