Bangli (BisnisBali) – Menjelang libur Lebaran,
permintaan berbagai perhiasan emas yang dihasilkan perajin
di Bangli masih tetap stabil. Meski ada peningkatan, namun
jumlahnya tidak terlalu signifikan.
Salah seorang perajin emas dan perak di Banjar Pande Bangli,
I Nengah Sukarta, Minggu (21/9) kemarin mengungkapkan, meski
permintaan produk kerajinan emas dan perak stabil, namun perajin
selama ini masih dihadapkan pada masalah bahan baku yang selalu
mengalami fluktuasi harga di pasaran.
“Bahan baku berupa perak dan emas memang masih menjadi
permasalahan bagi perajin, sebab semuanya tergantung pada
kondisi pasar dunia,” katanya.
Ia menambahkan, selain dipasarkan di sejumlah toko seni yang
ada di beberapa kawasan wisata di Bali seperti Sanur, Nusa
Dua dan Ubud, produk kerajinan perak dan emas di Bangli juga
biasanya langsung didatangi konsumen.
Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian
Bangli, Drs. Sang Made Suryawan mengakui, sebelumnya Bangli
memang memiliki sejumlah sentra perajin emas dan perak khususnya
di Banjar Pande Bangli.
Namun, sejalan dengan meningkatnya harga bahan baku khususnya
perak, banyak di antara perajin yang mengaku kewalahan sehingga
mereka mulai mengurangi aktivitasnya. “Meski demikian,
kami tetap melakukan pemantauan terhadap kondisi ini,”
katanya. *jel
|