Denpasar (BisnisBali) – Peringatan sejarah
Puputan Badung ke-102 dilaksanakan dalam sebuah apel peringatan
di Lapangan Puputan Badung, Sabtu (20/9) lalu. Selaku Pembina
Upacara Gubernur Bali Made Mangku Pastika.
Upacara tersebut dihadiri Wakil Ketua DPRD Bali IB Suryatmaja,
Wagub AA Puspayoga, Bupati Badung AA Gde Agung, Ketua DPRD
Badung I Gede Adnyana, Sekkot Denpasar, tokoh puri, veteran,
DPRD, pejabat, pegawai di lingkungan Pemkab Badung dan Kota
Denpasar.
Upacara diawali dengan pembacaan Sejarah Puputan Badung. Gubernur
Bali Made Mangku Pastika dalam sambutannya menekankan, Puputan
Badung 20 September tahun 1906 merupakan peristiwa heroik
bagi raja dan seluruh rakyat Badung dalam membela kebenaran
dan keadilan serta membela harkat dan martabat Kerajaan Badung
dari cengkraman penjajahan Belanda dalam sebuah perang Puputan
Badung.
Perjuangan tersebut patut dijadikan teladan oleh semua komponen
masyarakat pada era sekarang ini. Semangat dari peristiwa
tersebut dapat memperkokoh kebersamaan dalam rangka mewujudkan
Bali yang maju aman damai dan sejahtera.
Sejalan dengan hal tersebut, maka sangatlah tepat tema yang
diangkat dalam peringatan saat ini yaitu “Melalui peringatan
Puputan Badung ke-102 tahun 2008, kita perkokoh semangat kebersamaan
untuk mewujudkan Bali yang Shanti dan Jagadhita”.
Gubernur menambahkan, semangat dan nilai perjuangan tersebut
masih sangat relevan dengan konsep perjuangan masyarakat Bali
saat ini yaitu untuk mewujudkan persatuan dan kesatuan bangsa
dalam rangka mengisi pembangunan yang diprioritaskan untuk
meningkatkan kesejahteraan masyarakat. “Hendaknya menjadi
tugas kita bersama melaksanakan pembangunan tersebut dengan
sebaik-baiknya,” kata Gubernur.
Usai upacara peringatan, Gubernur bersama Bupati Badung, DPRD
Propinsi dan Sekkot Denpasar melakukan pemotongan tumpeng
yang selanjutnya diserahkan kepada empat penglingsir puri
di antaranya Penglingsir Puri Agung Denpasar, Pemecutan, Kesiman
dan Puri Ageng Mengwi.
Selain itu Gubernur juga menyerahkan piala keris Puputan Badung
kepada juara umum gerak jalan Puputan Badung tahun 2008 masing-masing
untuk juara umum putra diraih SMP PGRI 1 Denpasar dan juara
umum putri diraih SMPN 1 Petang.
Gubernur juga menyerahkan penghargaan Kerti Budaya kepada
tokoh seniman dan sekaa gong di antaranya kepada I Wayan Jigra
(alm) (seni ukir), I Gst. Ngr. Jelantik (seni patung), I Wayan
Mandra (seni pedalangan), Ida Ayu Sugi (seni tari), Wayan
Doble (alm) (seni kerajinan), IA Gede Oka Suati (seni lukis),
Wayan Teling (seni kerawitan), AA Gede Kepakisan (seni lukis),
Wayan Kecung (seni kerawitan), Ketut Kasub (seni lukis), Desak
Made Suarti Laksmi (seni kerawitan), Nyoman Manik Suryani
(seni tari), gong kebyar dewasa Sanggar Ketug Bumi dan gong
kebyar anak-anak Dharma Satya Budaya (seni perkumpulan). *