Denpasar (BisnisBali) – Sebagian konsumen elpiji
ukuran tabung 12 kilogram (kg) di Denpasar masih tetap beralih
ke elpiji 3 kg. Peralihan itu berlangsung sejak harga elpiji
12 kg naik per 25 Agustus 2008 lalu.
Perbedaan harga baru elpiji 12 kg dengan 3 kg yang cukup menonjol,
Rp 1.500 per kg, akhirnya mendorong konsumen beralih ke elpiji
tabung 3 kg yang subsidinya lebih besar. Sekarang harga per
kg elpiji dalam ukuran tabung 12 adalah Rp 5.750 per kg, sedangkan
dalam ukuran 3 kg harganya Rp 4.250 per kg.
Menurut Ni Wayan Muryani, salah seorang pemilik pangkalan
minyak tanah dan pengecer tabung 3 kg serta 12 kg, di Jalan
Hayam Wuruk, Minggu (21/9) kemarin, animo masyarakat membeli
elpiji 12 kg saat ini turun drastis dan cenderung beralih
ke elpiji 3 kg yang terus mengalami peningkatan permintaan
setiap harinya.
‘’Kian mahalnya elpiji 12 kg ini membuat penjualan
elpiji kemasan 3 kg lebih banyak dicari dibandingkan 12 kg,
sehingga dari segi perputaran tabung elpiji 3 kg lebih cepat
laku dibandingkan dengan penjualan elpiji kemasan 12 kg,’’
ujarnya.
Penjualan elpiji ukuran 3 kg saat ini di tempatnya mencapai
30 unit berikut tabung dan isinya. Sementara, sebelumnya hanya
mencapai 20 unit. Untuk harga elpiji 3 kg ditawarkan mulai
Rp 15.000 per tabung, sedangkan elpiji 12 kg mulai Rp 72.000
hingga Rp 75.000, tergantung pembelian secara langsung atau
diantar.
Disinggung mengenai tingginya permintaan tabung 3 kg saat
ini, apakah harga tabung makin naik, kata dia, masih tetap
normal, yakni Rp 165.000 per tabung yang kosongan. Sementara
tabung berikut isinya harganya Rp 180.000 per tabung.
Hal senada dikungkapkan Made Puja, salah seorang pengecer
tabung 3 kg lainnya. ‘’Dengan kian mahalnya elpiji
12 kg saat ini, membuat penjualan elpiji kemasan 3 kg lebih
banyak dicari dibandingkan 12 kg,’’ ujarnya.
Untuk harga elpiji 3 kg ditawarkan Rp 14.500-Rp 15.000 per
tabung, sedangkan elpiji 12 kg Rp 72.000- Rp 74.000, tergantung
pembelian secara langsung atau diantar. *aya