Denpasar (BisnisBali) – Momen bulan puasa bagi
pedagang kaki lima (PKL) merupakan kesempatan untuk meraup
keuntungan lebih besar. Karena itu, momen satu tahun sekali
ini sangat ditunggu para pedagang makanan olahan yang notabene
ibu rumah tangga.
Tak heran, kawasan Jln. A Yani Selatan yang lebih dikenal
dengan sebutan kampung Jawa yang biasanya lenggang berubah
menjadi tempat pertemuan penjual dan pembeli yang ramai.
“Biasanya daerah ini dipadati pedagang sate kambing.
Karena bulan puasa, banyak ibu rumah tangga jadi pedagang
makanan musiman yang menjual olahan jadi untuk kebutuhan berbuka
puasa,” ungkap Sari Alfiah, seorang pedagang makanan
olahan, Jumat (19/9) lalu.
Ia mengungkapkan, para pembeli kebanyakan datang dari warga
sekitar. Hanya beberapa pembeli dari luar berbelanja di sini.
Barang dagangan yang dijual kebanyakan merupakan kebutuhan
puasa seperti kolak, beragam olahan jenis sayuran, dan lauk.
“Sejak dua minggu lalu, kami sudah berjualan di sini.
Keadaan ini akan terus ramai oleh pedagang maupun pembeli
hingga Lebaran tiba,” katanya.
Sementara itu, Sumiyanti, pedagang musiman lainnya mengungkapkan,
mulai dari bulan puasa hingga H-1 sebelum Lebaran, para pedagang
musiman akan bermunculan seperti jamur.
“Kami membuka dagangannya mulai pukul 18.00 atau menjelang
buka puasa, hingga barang dagangan kami habis terjual,”
katanya.
Terkait omzet yang didapatkan dari menjual makanan yang ditawarkar
dengan harga Rp 1.000 - Rp 2.000, diakui Sumi cukup lumayan,
rata-rata mencapai Rp 200.000 hingga Rp 350.000 per hari.
“Hasilnya cukup lumayan, ketimbang kami bengong menunggu
saat berbuka puasa,” katanya. *pwt