Denpasar (BisnisBali) – Dalam berbisnis
kue, tak selalu harus bermodal besar. Dengan modal yang
terbatas dan didukung dengan hobi, bisnis ini sudah bisa
dijalankan.
“Bisnis kue ini tidak perlu modal besar. Bisnis ini
bisa dilakukan semua orang, karena bisa dipelajari sebelumnya,”
kata Vera Setaningsih, pebisnis kue di Denpasar, Minggu
(21/9) kemarin.
Ia mengatakan, sebagai penentu dalam bisnis kue adalah karena
hobi. Sementara sisanya adalah modal dan cara pengaturan
manajemen usaha yang baik.
Menurut Vera, alasan kenapa hobi jadi syarat mutlak usaha
kue, karena pertimbangan dengan hobi tersebut biasanya akan
memacu orang untuk terus berkreasi, baik dari segi rasa
dan tampilan kue agar menghasilkan sajian yang lebih baik
dari sebelumnya.
Nantinya keinginan berkreasi inilah yang akan menentukan
kelangsungan usaha, mengingat kecenderungan perilaku pasar
juga selalu menginginkan sesuatu yang baru.
“Karena hobi, tentunya bukan menjadi beban bagi pebisnis.
Namun sebaliknya, menjadi kepuasan tersendiri, terlebih
bila kreasi kue yang dihasilkan diminati pasar,” ujarnya.
Vera yang telah memulai usaha kue sejak tiga tahun lalu
memaparkan, mengawali usaha hanya dengan bermodalkan peralatan
oven, cetakan, loyang, mixer, bahan kue dan toples yang
semua itu nilainya berkisar Rp 400 ribu sampai Rp 500 ribu.
Meski begitu, hal itu sudah mampu menjalankan usaha kue
hingga kini.
Hal senada juga diungkapkan Nanik Wijaya, pelaku usaha sejenis
lainnya. Ia mengatakan, hobi bisa menjadi awal untuk memulai
usaha di bidang penganan. Sementara agar kue yang ditawarkan
ke pasaran bisa diminati, sebaiknya perlu mengikuti tren
jenis kue terbaru.
Pertimbangannya, meski salah satu tren kue sedang marak,
namun bentuk seperti jenis nastar dan kastengel dalam bentuk
konvensional masih juga dicari terutama kalangan menengah
ke bawah yang tidak terlalu memperhatikan soal bentuk dan
rasa karena terpenting harganya murah.
“Bagi pemula, strategi yang paling jitu untuk pemasaran
adalah promosi langsung ke calon konsumen. Tentu saja inovasi
dari sisi rasa dan kualitas kue tetap harus dijaga,”
katanya. *man
|