Sanur (BisnisBali) – Bumbu rujak merupakan
bumbu sederhana, namun cita rasanya mampu mengalahkan bumbu
makanan sekelas internasional. Alasan ini pula yang melatari
ayam bumbu rujak menjadi andalan restoran dalam menu buka
puasa tahun ini.
Hal itu dikatakan Jemy Selfiana, F&B Manager salah satu
restoran di Sanur, Minggu (21/9) kemarin.
“Terbukti, selama bulan Ramadhan ini menu buka puasa
yang paling ramai dicari pengunjung adalah paket ayam bumbu
rujak,” katanya.
Ia menambahkan, ayam bumbu rujak banyak diminati pengunjung
saat berbuka puasa, karena merupakan makanan rumahan. Bedanya
menu ini disajikan dengan nuansa yang berbeda serta penyajian
yang khas.
Dilihat dari segi bisnis, kata Jemy, makanan dengan bumbu
rujak mampu mengangkat nilai jual suatu makanan. Pasalnya,
nilai jual masakan terletak pada cita rasa yang menggugah
selera. Untuk mendapatkan cita rasa yang menggugah selera
ini, diperlukan bumbu dan bahan baku yang lengkap. Ini berarti
biaya yang dikeluarkan cukup banyak, sehingga berpengaruh
pada harga jual makanan.
“Tapi semua itu tidak menjadi hal utama, yang penting
konsumen suka. Menu buka puasa paket ayam bumbu rujak ini
ditawarkan dengan harga rata-rata Rp 68.000 per paket,”
ungkapnya.
GM Sector Bar & Restoran di Sanur, Grace Jeanei sependapat.
Selera konsumen yang berbeda-beda, menuntut pebisnis makanan
mampu menawarkan berbagai jenis pilihan menu yang lezat. Khususnya
selama momen Ramadhan 2008 kali ini. Minimal cita rasa masakan
yang dijual sesuai dengan lidah masyarakat.
“Konsumen yang datang, tidak saja berasal dari satu
suku saja, sehingga memiliki perbedaan dalam rasa dan selera.
Karena itu, variasi rasa makanan diperlukan, salah satunya
menggunakan bumbu rujak yang merupakan bumbu universal bagi
masyarakat kita,” katanya.
Ia mengatakan, bumbu rujak yang digunakan sebagai bumbu masakan,
tidak sama seperti membuat rujak dari buah. Cita rasa masakan
yang hampir sama seperti rujak buah yaitu pedas, manis segar
dan sedikit asem, membuat bumbu ini dinamakan bumbu rujak.
Inilah yang membuat banyak pebisnis makanan yang menawarkan
variasi masakan dengan bumbu rujak. Terbukti, penggemar makanan
dengan bumbu rujak cukup banyak. Di samping itu, aneka sajian
makanan yang dijual mampu membuat konsumen menjadi langganan
tetap.
“Bumbu rujak ini bisa digunakan untuk berbagai jenis
bahan baku dari daging, tahu, tempe hingga ikan. Mudah dalam
proses pembuatan, namun cita rasa yang menggugah selera membuat
banyak orang tertarik menggunakan bumbu rujak,” katanya
sambil menambahkan, kebanyakan rumah makan menawarkan bumbu
rujak sebagai bumbu ayam panggang atau ayam goreng. *dik
Ayam Bumbu Rujak
Bahan:
500 gram ayam, potong-potong, cuci, tiriskan.
1 buah jeruk nipis, ambil airnya.
2 lembar daun salam.
10 cm serai, memarkan.
500 ml santan.
1 cm lengkuas, memarkan.
50 air asam.
Garam secukupnya dan gula pasir secukupnya.
2 sendok makan minyak sayur untuk menumis.
Bumbu Halus:
3 siung bawang putih.
3 siung bawang merah.
5 buah cabai merah.
5 butir kemiri.
1 sendok teh terasi.
Cara Membuat:
Lumuri ayam dengan air jeruk nipis, biarkan 15 menit, cuci,
tiriskan. Tumis bumbu halus sampai harum. Masukkan salam,
serai, lengkuas, air asam dan santan, aduk. Masukkan ayam,
aduk, biarkan sampai empuk, sesekali dibalik.
Tambahkan air sedikit-sedikit jika perlu agar bumbu tidak
susut, angkat ketika bumbu masih banyak. Panaskan oven,
panggang ayam (tanpa bumbu) sampai permukaannya kering,
balik sekali.
Angkat, lumuri/siram dengan sisa bumbu, sajikan hangat.
*dik/berbagai sumber