22 September 2008  
Home
Berita Terkini

 

Agro & Hobi
Perbaiki Kualitas Tanah dengan Pupuk Organik
Pengunaan pupuk organik akan mendorong terbentuknya tanah pertanian yang subur dan tanaman yang sehat. Untuk menciptakan tanah pertanian yang subur, petani perlu beralih menggunakan pupuk organik Demikian dikemukakan Ketua Bali Organik Association (BOA), Dr. Ir. Ni Luh Kartini, MS., Sabtu (20/9) kemarin.

Dikatakan, pupuk organik terbentuk dari hasil dekomposisi bahan organik seperti sisa-sisa tumbuhan, sisa-sisa hewan, kotoran manusia dan lain-lain. Bahan organik ini bisa didefinisikan sebagai senyawa melekul besar.

Dalam pupuk organik terkandung bahan-bahan organik yang lebih sederhana seperti gula, asam amino dan melekul-melekul kecil lainnya termasuk bahan-bahan humus. Elemen utama bahan organik (dalam pupuk organiak) yaitu karbohidrat, gula, protein, lemak, hemisellulosa, lignin, bahan mineral dan sellulosa.

Dijelaskan, peranan bahan organik tanah yang dapat memperbaiki sifat fisik, kimia dan biologi tanah untuk dapat memperbaiki struktur tanah. Bahan organik tersebut juga bisa menambah unsur hara makro dan mikro bagi tanah. Bahan organik tersebut juga bisa menambah kemampuan tanah untuk menahan air.

Humus yang terkandung dalam pupuk organik memiliki peranan penting bagi tanah. Humus ini mempunyai ciri-ciri berwarna hitam, dan dapat menyerap sinar matahari sehingga tanah menjadi hangat pada malam hari.
Bahan-bahan yang terkandung dalam pupuk organik ini mampu meningkatkan daya tahan air pada tanah yang berpasir.

Kemampuan bahan organik (yang terkandung dalam pupuk organik) mengikat partikel sama dengan kemampuan tanah liat sehingga dapat tercipta stabilitas dan struktur tanah.

Humus yang terkandung dalam pupuk organik memiliki KTK besar antara 300-1.400 cmol/kg. mengalami proses mineralisasi yang menghasilkan CO2, NH4, NH4NO3, Fosfat, Sulfat sehingga dapat menambah ketersediaan anion di dalam tanah.

Beberapa contoh pupuk organik seperti pupuk kompos dan pupuk kandang. Pupuk kandang (bahan organik) yang berasal dari kotoran hewan termasuk air kencing hewan seperti sapi. Pupuk kandang ini terdiri dari dua komponen padat dan cair.

Rata-rata pupuk kandang yang sudah siap diberikan pada tanah pertanian mengandung 0,5 % nitrogen,, 0,25 asam fosfat, 0,5 % kalium dan unsur hara makro dan mikro lainnya.

Nilai pupuk kandang tidak hanya ditentunya oleh bahan organiknya saja melainkan termasuk nitrogen yang dapat diberikan kepada tanaman. Nitrogen yang dilepaskan oleh mikroba akan dimanfaatkan oleh tanaman untuk pertumbuhannya.

Kartini menambahkan pupuk kandang dapat berfungsi dengan baik apabila dalam pemanfaatannya digabungkan dengan pemberian kapur, pupuk buatan, leguminous, pengolahan tanah, pemberantasan hama/penyakit dan pengendalian erosi. *kup
  Arsip

copyright bisnisbali.com 2005 all right reserved. Designed, developed and maintained by IT Balipost