Pengunaan
pupuk organik akan mendorong terbentuknya tanah pertanian
yang subur dan tanaman yang sehat. Untuk menciptakan tanah
pertanian yang subur, petani perlu beralih menggunakan pupuk
organik Demikian dikemukakan Ketua Bali Organik Association
(BOA), Dr. Ir. Ni Luh Kartini, MS., Sabtu (20/9) kemarin.
Dikatakan, pupuk organik terbentuk dari hasil dekomposisi
bahan organik seperti sisa-sisa tumbuhan, sisa-sisa hewan,
kotoran manusia dan lain-lain. Bahan organik ini bisa didefinisikan
sebagai senyawa melekul besar.
Dalam pupuk organik terkandung bahan-bahan organik yang lebih
sederhana seperti gula, asam amino dan melekul-melekul kecil
lainnya termasuk bahan-bahan humus. Elemen utama bahan organik
(dalam pupuk organiak) yaitu karbohidrat, gula, protein, lemak,
hemisellulosa, lignin, bahan mineral dan sellulosa.
Dijelaskan, peranan bahan organik tanah yang dapat memperbaiki
sifat fisik, kimia dan biologi tanah untuk dapat memperbaiki
struktur tanah. Bahan organik tersebut juga bisa menambah
unsur hara makro dan mikro bagi tanah. Bahan organik tersebut
juga bisa menambah kemampuan tanah untuk menahan air.
Humus yang terkandung dalam pupuk organik memiliki peranan
penting bagi tanah. Humus ini mempunyai ciri-ciri berwarna
hitam, dan dapat menyerap sinar matahari sehingga tanah menjadi
hangat pada malam hari.
Bahan-bahan yang terkandung dalam pupuk organik ini mampu
meningkatkan daya tahan air pada tanah yang berpasir.
Kemampuan bahan organik (yang terkandung dalam pupuk organik)
mengikat partikel sama dengan kemampuan tanah liat sehingga
dapat tercipta stabilitas dan struktur tanah.
Humus yang terkandung dalam pupuk organik memiliki KTK besar
antara 300-1.400 cmol/kg. mengalami proses mineralisasi yang
menghasilkan CO2, NH4, NH4NO3, Fosfat, Sulfat sehingga dapat
menambah ketersediaan anion di dalam tanah.
Beberapa contoh pupuk organik seperti pupuk kompos dan pupuk
kandang. Pupuk kandang (bahan organik) yang berasal dari kotoran
hewan termasuk air kencing hewan seperti sapi. Pupuk kandang
ini terdiri dari dua komponen padat dan cair.
Rata-rata pupuk kandang yang sudah siap diberikan pada tanah
pertanian mengandung 0,5 % nitrogen,, 0,25 asam fosfat, 0,5
% kalium dan unsur hara makro dan mikro lainnya.
Nilai pupuk kandang tidak hanya ditentunya oleh bahan organiknya
saja melainkan termasuk nitrogen yang dapat diberikan kepada
tanaman. Nitrogen yang dilepaskan oleh mikroba akan dimanfaatkan
oleh tanaman untuk pertumbuhannya.
Kartini menambahkan pupuk kandang dapat berfungsi dengan baik
apabila dalam pemanfaatannya digabungkan dengan pemberian
kapur, pupuk buatan, leguminous, pengolahan tanah, pemberantasan
hama/penyakit dan pengendalian erosi. *kup
|