22 September 2008  
Home
Berita Terkini

 

Agro & Hobi
Kopi Rasa Jeruk Kintamani Paling Diminati Pasar Luar Negeri * Desember Hak Paten bagi Kopi Kintamani
Bangli (BisnisBali) - Bangli hingga kini masih menjadi salah satu produsen kopi cukup besar di Bali. Bahkan kopi Bangli khususnya kopi arabika Kintamani saat ini makin dikenal dunia lantaran memiliki cita rasa yang khas yakni rasa jeruk. ‘’Tidak ada kopi yang memiliki cita rasa seperti ini,’’ ungkap Bupati Bangli I Nengah Arnawa belum lama ini.

Menurut Bupati Arnawa, cita rasa kopi arabika Kintamani yang sangat khas ini memang menjadikan produk kopi ini mampu menembus pasar sejumlah negara Eropa seperti Jerman dan Francis. Bukan itu saja, kopi rasa jeruk Kintamani juga mulai dilirik pasaran di Jepang dan Korea.

Lebih lanjut Bupati Arnawa mengemukakan, selain memiliki cita rasa yang khas, keberhasilan petani kopi Kintamani menembus pasar luar negeri juga disebabkan oleh pengolahan pascapanen yang kualitasnya dijaga sangat ketat yakni melalui petik merah dan olah basah.

‘’Dengan sistem petik merah, hanya biji yang berkualitas baik yang dihasilkan petani. Ini memang menjadi tuntutan pasar luar negeri yang dikenal sangat fanatik dengan kualitas produksi perkebunan,’’ imbuhnya.

Selain itu, lanjut Bupati, pengolahan tanaman kopi di Kintamani menggunakan pupuk organik sehingga terbebas dari zat-zat berbahaya untuk tubuh.

’’Pasar luar negeri juga mempertimbangkan penggunaan zat berbahaya dalam pengolahan produk pertanian. Kopi arabika Kintamani memang terbebas dari penggunaan zat kimia. Petani menggunakan pupuk organik,’’ tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Perkebunan dan Perhutanan Bangli Ir. I Ketut Sutrisna mengakui, cita rasa khas kopi Kintamani telah memberikan inspirasi bagi Pemkab Bangli untuk mendaftarkan kopi Kintamani ke Badan HaKI. Penilaian objektif telah dilakukan, diperkirakan Desember kopi Kintamani telah memiliki hak paten,’’ ungkap Sutrisna.

Menurutnya, dengan berbagai penyuluhan yang dilakukan oleh Dinas P3 Bangli ternyata kesadaran petani kopi di Kintamani untuk menjaga kualitas produksi mereka makin meningkat. Apalagi saat ini di kawasan Kintamani telah berdiri pabrik pengolahan kopi.

‘’Petani tetap konsisten untuk menjaga kualitas produk mereka dengan sistem petik merah dan olah basah,’’ tegas Sutrisna. Sejalan dengan makin membaiknya harga kopi di pasaran, dalam beberapa tahun ke depan kopi Kintamani akan tetap menjadi primadona dan sekaligus diharapkan akan mampu menjadi tulang punggung untuk mengangkat ekonomi para petani kopi. *jel

  Arsip

copyright bisnisbali.com 2005 all right reserved. Designed, developed and maintained by IT Balipost