Singaraja (BisnisBali) - Dari hasil pemetaannya di
Buleleng terdapat lima wilayah kecamatan yang memiliki potensi
untuk pengembangan budi daya ikan hias. Kelima wilayah kecamatan
itu yakni Kecamatan Kubutambahan, Sukasada, Banjar, Seririt,
dan Busungbiu.
Penetapan wilayah ini memakai pendekatan klaster yang terbagi
atas dua yakni berdasarkan potensi wilayah termasuk ketersedian
sumber daya pendukung dan komoditi budi daya yang memungkinkan
bisa dikembangkan.
Hal itu diungkapkan Kepala DPK Kabupaten Buleleng Ir. Nyoman
Sutrisna di Singaraja, Minggu (21/9) kemarin. Ditanya estimasi
produksi setelah nanti dilima kecamatan itu mengembangkan
budi daya ikan hias, Sutrisna belum berani memberikan komentar.
Yang jelas dengan ada pengembangan budi daya ikan hias di
wilayah itu, paling tidak produksi ikan hias bisa memenuhi
kebutuhan di Buleleng.
Sehingga dengan sendirinya akan bisa mengurangi ketergantungan
produksi ikan hias dari luar Buleleng (Jawa). Untuk mewujudkan
hal ini memerlukan waktu yang cukup dan dukungan dari masyarakat.
Selain itu faktor kualitas dan mutu budi daya ikan hias yang
dihasilkan para pembudidaya di Buleleng tidak bisa diabaikan
begitu saja. Sebab, konsumen sekarang ini sangat mempertimbangkan
mutu ikan hias yang dipasarkan.
Untuk itu peran DPK Buleleng melalui petugas penyuluh yang
ada telah memprogramkan untuk memberikan pembinaan secara
kontinu kepada pembudidaya ikan hias. *mud
|