04 Agustus 2008  
Home
Berita Terkini

 

Perajin Patung di Karangasem Kesulitan Cari Kayu Albesia
Amlapura (BisnisBali) - Perajin patung kayu di Banjar Alas Ngandang dan Bajar Kubakal, Rendang, Karangasem mulai merasa kesulitan bahan baku. Langkanya albesia, membuat perajin di dua banjar itu gigit jari.

Menurut perajin di sana, penyebab kelangkaan bahan baku patung dikarenakan kayu jenis ini sedang diburu. ”Mahalnya harga bahan bangunan, belakangan banyak yang menggunakan albesia untuk membangun rumah,” kata Made Darma, salah seorang perajin patung asal Bajar Alas Ngandang.

Dikatakan, untuk mengatasi kelangkaan kayu lokal, perajin di sana terpaksa mendatangkan kayu dari Kintamani, Bangli, dan beberapa daerah lainnya.

Sulitnya bahan baku patung, juga diakui Bendesa Adat Alas Ngandang, I Wayan Wendra. Dikatakan, warga di sana kebanyakan bekerja pada sektor kerajinan terutama patung yang menjadi primadona. Sedikitnya 50 kelompok pematung di daerah ini yang masing-masing kelompok biasanya beranggotakan 20 sampai 30 orang kebanyakan dari kalangan pemuda.

Sementara jenis patung yang digemari di pasaran, Wendra mangatakan, tergantung dari pesanan konsumen. ”Motif binatang seperti anjing, kucing dan burung yang paling digemari,” ungkapnya. Menyinggung soal harga, Wendra mengatakan, patung dengan ukuran 60 cm harganya berkisar Rp 6.000 sampai Rp 28.000 per biji.

Dikatakan, produksi kerajinan di wilayahnya cukup tinggi. Dalam sehari masing-masing kelompok bisa menghasilkan ratusan patung yang langsung diambil oleh pengepul asal Gianyar. Sementara itu perajin sendiri rata-rata mendapatkan upah Rp 30 ribu hingga Rp 35 ribu per orang per hari. *rah

  Arsip

copyright bisnisbali.com 2005 all right reserved. Designed, developed and maintained by IT Balipost