Gianyar (BisnisBali) - Produk kerajinan cenderamata
berupa gantungan kunci sampai saat ini masih diminati konsumen.
Terbukti permintaan terhadap kerajinan tersebut lumayan banyak
jumlahnya tiap bulan.
Terutama ketika jumlah kunjungan wisatawan domestik sedang
membludak. Rata-rata laku 200 pcs per hari. Aneka gantungan
kunci itu pun dibuat dari aneka bahan baku yang menarik. Mulai
dari kulit, kayu dan lain-lain yang bentuknya juga beraneka
ragam.
‘’Gantungan kunci, salah satu produk kerajinan
untuk oleh-oleh yang cukup diminati konsumen. Bentuknya pun
ada bermacam-macam. Seperti papan serving, gitar, sandal,
bintang, jantung dan lain-lain,’’ terang Ni Wayan
Istiari, perajin di Batuan Sukawati, belum lama ini.
Dituturkan, kerajinan tersebut disukai wisatawan domestik
yang sedang pelesiran di daerah ini. Dengan harga mulai Rp
2.500 per pcs, satu orang wisatawan bisa membeli paling sedikit
10 pcs untuk dibawa pulang ke daerah asalnya sebagai oleh-oleh
dari Bali.
Papan selancar (serving) salah satu kerajinan oleh-oleh yang
paling disukai pasar. Selain bentuknya yang unik, nilai jualnya
juga bersaing dengan kerajinan sejenis yang dibuat dari bahan
lain. Bahkan, gantungan kunci dari kulit bentuk pewayangan
(aneka wayang) yang nilai jualnya di atas Rp 5.000 per pcs
juga digandrungi konsumen lokal.
Desak Putu Sukerti, pedagang aneka produk cendramata lainnya,
di pasar seni Sukawati juga mengakui, selama musim libur sekolah
yang dibarengi dengan ramainya jumlah kunjungan wisatawan
domestik, membuat permintaan kerajinan kunci juga banyak.
Sehingga pihaknya memperoleh penghasilan yang lumayan banyak.
Pembelinya sebagian besar anak-anak sekolah untuk oleh-oleh.
Sementara orang tua jarang membeli mata dagangan kerajinan
itu. Gantungan kunci itu, juga diminati wisatawan mancanegara.
Hanya saja volumenya tidak sebanyak permintaan dari pasar
dalam negeri.
‘’Karena wisatawan lokal saat ini sedang sepi,
sekaligus permintaannya juga lesu,’’ demikian
Sukerti. *mur
|