04 Agustus 2008  
Home
Berita Terkini

 

Harga Jual Rumah Memadai, Pengembang harus Dapatkan Lahan Murah
Badung (BisnisBali) - Guna bisa memberikan harga jual memadai kepada konsumen, pengembang dituntut mampu mendapatkan lahan dengan harga relatif murah. Demikian diungkapkan pengamat pemasaran properti, Eddy Wijaya, belum lama ini.

Katanya, dengan lahan murah pengembang akan bisa melakukan efisiensi di tengah mahalnya harga-harga bahan bangunan. Kini di beberapa kawasan di Badung harga tanah mencapai Rp 65 hingga 70 juta per are.

”Dengan mendapatkan lahan relatif murah, pengembang akan mampu merancang produk yang ekonomis, sehingga sesuai dengan daya beli konsumen yang lemah saat ini,” tambahnya.

Dia melihat, bisnis perumahan di Bali takkan surut. Hal yang menjadi pertimbangan pengembang adalah, pangsa pasar yang ada di Bali beragam. Kebanyakan dari mereka adalah kalangan menengah bawah yang mendambakan rumah sehat sederhana (RSH) dengan harga terjangkau.

Akan tetapi kenyataannya sulit terwujud, kalaupun di beberapa tempat masih bisa harganya disesuaikan pengembang dengan tingginya operasional proyek saat ini.

Di tempat terpisah, salah seorang pengembang, Wayan Sutrisna mengungkapkan, di Denpasar dan Badung untuk mendapatkan tanah murah relatif sulit. Kalau pun ada lokasinya terbelakang, sehingga untuk bisnis perumahan kurang mendukung.

Namun demikian, dia tetap optimis, sektor perumahan tetap ramai di Bali, karena kebutuhan konsumen yang cukup tinggi. Karenanya ia mengharapkan agar perbankan memberikan kepercayaan kepada masyarakat sebagai sarana kredit bagi konsumen. Soal perizinan daerah juga diminta lebih mudah, dan politik cepat stabil sehingga investasi perumahan bisa berkembang. * gun
  Arsip

copyright bisnisbali.com 2005 all right reserved. Designed, developed and maintained by IT Balipost