Denpasar (BisnisBali) – Pada Juli 2008 di Denpasar
terjadi inflasi 1,63 persen. Dengan angka inflasi tersebut
menenpatkan Denpasar pada urutan ke-25 dari 66 kota se-Indonesia.
Jika dijumlahkan, angka inflasi sejak Januari-Juli 2008 sebesar
6,89 persen. Angka ini telah melebihi target inflasi Bali
sebesar satu persen per bulan. Laju inflasi “year on
year” (Juli 2008 terhadap Juli 2007) sebesar 8,86 persen.
Inflasi terjadi sebagai dampak kenaikan indeks kelompok barang
dan jasa, tak terkecuali harga dari hasil perkebunan yang
mengalami kenaikkan signifikan. Demikian diungkapkan Kepala
Badan Pusat Statistik (BPS) Propinsi Bali, Drs. Ida Komang
Wisnu, MA di Denpasar, belum lama ini.
Lebih lanjut terangnya, dari data yang ada di BPS sejumlah
komoditi yang mengalami kenaikan harga selama Juli 2008, di
antaranya, cabai rawit yang naik cukup signifikan karena sebelumnya
berada di kisaran bawah Rp 10.000 per kg, kini telah meningkat
Rp 38.000 per kg.
Selain itu, komoditi yang mengalami kenaikan harga juga terjadi
pada jenis kelapa, komoditi lainnya seperti daging babi, tongkol
pindang, telur ayam dan lainnya.
“Kenaikan harga bahan bakar minyak beberapa waktu lalu
memang secara psikologis turut memberikan pengaruh kenaikan
inflasi yang dampaknya masih dirasakan saat ini,” ujarnya.
Jelas Wisnu, dari kenaikan harga tersebut menyebabkan Juli
2008 sejumlah komoditi tersebut jika dikelompokkan memberi
andil inflasi sebesar 0,5046 persen untuk bahan makanan, 0,2769
persen untuk kelompok makanan jadi, rokok dan tembakau, 0,5092
persen untuk kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan
bakar, 0,0322 persen.
Untuk kelompok sandang, 0,0017 persen, kelompok kesehatan,
0,1406 persen, kelompok pendidikan, rekreasi dan olah raga
dan terakhir 0,1568 persen untuk kelompok transpor, komunikasi
dan jasa keuangan.
Imbuhnya, data kumulatif sebesar 6,89 persen tersebut sebenarnya
telah melebihi sasaran tertinggi yang ditetapkan Pemprop Bali
untuk tahun 2008 sebesar enam persen.
Sementara itu, Wisnu mengatakan dari 66 kota di Nusantara
yang menjadi objek pemantauan, semuanya mengalami inflasi.
Inflasi tertinggi terjadi di Manokwari mencapai 4,33 persen,
sedangkan terendah Banda Aceh 0,25 persen. Berdasarkan peringkat
secara nasional tersebut, angka inflasi untuk Kota Denpasar
berada di urutan 25 dari 66 kota yang mengalami inflasi selama
Juli 2008. *man
|