04 Agustus 2008  
Home
Berita Terkini

 

::Potensi
Inflasi di Denpasar 1,63 Persen *Urutan Ke-25 dari 66 Kota
Denpasar (BisnisBali) – Pada Juli 2008 di Denpasar terjadi inflasi 1,63 persen. Dengan angka inflasi tersebut menenpatkan Denpasar pada urutan ke-25 dari 66 kota se-Indonesia.

Jika dijumlahkan, angka inflasi sejak Januari-Juli 2008 sebesar 6,89 persen. Angka ini telah melebihi target inflasi Bali sebesar satu persen per bulan. Laju inflasi “year on year” (Juli 2008 terhadap Juli 2007) sebesar 8,86 persen.

Inflasi terjadi sebagai dampak kenaikan indeks kelompok barang dan jasa, tak terkecuali harga dari hasil perkebunan yang mengalami kenaikkan signifikan. Demikian diungkapkan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Propinsi Bali, Drs. Ida Komang Wisnu, MA di Denpasar, belum lama ini.

Lebih lanjut terangnya, dari data yang ada di BPS sejumlah komoditi yang mengalami kenaikan harga selama Juli 2008, di antaranya, cabai rawit yang naik cukup signifikan karena sebelumnya berada di kisaran bawah Rp 10.000 per kg, kini telah meningkat Rp 38.000 per kg.

Selain itu, komoditi yang mengalami kenaikan harga juga terjadi pada jenis kelapa, komoditi lainnya seperti daging babi, tongkol pindang, telur ayam dan lainnya.

“Kenaikan harga bahan bakar minyak beberapa waktu lalu memang secara psikologis turut memberikan pengaruh kenaikan inflasi yang dampaknya masih dirasakan saat ini,” ujarnya.

Jelas Wisnu, dari kenaikan harga tersebut menyebabkan Juli 2008 sejumlah komoditi tersebut jika dikelompokkan memberi andil inflasi sebesar 0,5046 persen untuk bahan makanan, 0,2769 persen untuk kelompok makanan jadi, rokok dan tembakau, 0,5092 persen untuk kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar, 0,0322 persen.

Untuk kelompok sandang, 0,0017 persen, kelompok kesehatan, 0,1406 persen, kelompok pendidikan, rekreasi dan olah raga dan terakhir 0,1568 persen untuk kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan.

Imbuhnya, data kumulatif sebesar 6,89 persen tersebut sebenarnya telah melebihi sasaran tertinggi yang ditetapkan Pemprop Bali untuk tahun 2008 sebesar enam persen.

Sementara itu, Wisnu mengatakan dari 66 kota di Nusantara yang menjadi objek pemantauan, semuanya mengalami inflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Manokwari mencapai 4,33 persen, sedangkan terendah Banda Aceh 0,25 persen. Berdasarkan peringkat secara nasional tersebut, angka inflasi untuk Kota Denpasar berada di urutan 25 dari 66 kota yang mengalami inflasi selama Juli 2008. *man
  Arsip

copyright bisnisbali.com 2005 all right reserved. Designed, developed and maintained by IT Balipost