04 Agustus 2008  
Home
Berita Terkini

 

::Potensi
Pasokan Air Tangki Seraya Kedodoran
Amlapura (BisnisBali) - Pemkab Karangasem kewalahan melayani kesulitan air di wilayah Seraya pada musim kemarau kali ini. Penyebabnya warga Seraya yang sudah biasa dilayani air pipa dari sumber air Tirta Ujung kini terhenti akibat kerusakan reservoar Ujung.

Kondisi geografis di wilayah Seraya yang merupakan pegunungan menambah beban operasional kendaraan tangki untuk melayani warga yang ada di wilayah atas bukit. Ironisnya mobil tangki yang sudah disiapkan untuk melayani masyarakat malah mengalami kerusakan.

Mula-mula dengan adanya stand bay kendaraan tangki di desa diharapkan bisa mengeleminir kesulitan air saat terjadi masalah namun kenyataannya belum berfungsi maksimal dan warga tetap menanti pelayanan gratis dari pemerintah.

”Pascakerusakan reservoar Ujung yang kini membutuhkan perbaikan dengan biaya tinggi yakni berkisar Rp 200 juta,” kata Kasi Kantor Kesos Karangasem I Putu Suarsa.

Dikatakan, gambaran itu dicapai saat koordinasi masalah kesulitan air antarinstansi terkait, namun demikian dari 40 tangki permintaan Seraya Barat baru dilayani 5 tangki secara bertahap. Kubu dari permintaan 48 tangki sudah diserahkan pengadaannya langsung pada rekanan lokal.

Diakui di bilangan Seraya dengan terhentinya pasokan air Tirta banyak yang mencari air ke sumur warga di dekat pantai selain menunggu air tangki gratis dari Pemkab Karangasem.

Camat Karangasem I Nyoman Kuta, BA saat dihubungi mengaku sudah melakukan ceking berulang kali baik melalui rapat di tingkat kecamatan maupun di kabupaten perihal pengiriman air tangki ke Seraya.

“Perbekel sudah kita instruksikan segera mengajukan usul permintaan kepada Bupati untuk lokasi-lokasi yang membutuhkan dan membuat laporan pascakesulitan air yang dialami warga,” katanya.

Sementara itu di Kecamatan Kubu justru sudah terbiasa menerima layanan air lewat tangki bahkan di wilayah Kubu sudah ada warga yang menjadi pengusaha air tangki untuk melayani masyarakat.

Saat paceklik air tiba, di mana cubang warga juga sudah mulai menipis, bantuan air tangki pemerintah yang dipasok pengusaha air tangki lokal ditengarai kemahalan pada kisaran harga Rp 60 – Rp 70 ribu per tangki. Padahal sehari-hari warga Kubu terbiasa membeli air tangki untuk kebutuhan ekstra baik upacara, pertanian maupun lainnya.

Camat Kubu Drs. I Wayan Sutapa, M.Si., mengaku sudah melapor ke Bupati perihal masalah kekurangan air di Kubu. Menyangkut pasokan air tangki ia mengaku sudah menalangi beban pembiayaannya sebelum droping dana pengadaan air tangki turun dari Pemkab melalui Keso. Ia mengharap agar dalam kondisi saat ini didahulukan dibantu agar masyarakat tidak kecewa, bagaimana pun caranya. *rah
  Arsip

copyright bisnisbali.com 2005 all right reserved. Designed, developed and maintained by IT Balipost