Gianyar (BisnisBali) - Akibat sepinya jumlah kunjungan
wisatawan domestik maupun mancanegara pascaliburan sekolah,
penyaluran kredit untuk perajin dan pelaku usaha mikro kecil
menengah (UMKM) mulai menurun. Hal ini paling tidak dialami
LPD Batuan, Sukawati.
Penyaluran kreditnya menunjukkan penurunan dari sebelumnya
Rp 500 juta per bulan menjadi Rp 200 juta per bulan. Kondisi
ini membuat pula dana yang disimpannya di Bank Pembangunan
Daerah (BPD) Bali lumayan tinggi.
I Made Suamba, S.H., Kepala LPD Batuan Sabtu (2/8) lalu di
kantornya menjelaskan, sampai saat ini kredit yang berhasil
disalurkannya mencapai Rp 2,9 milyar lebih. Dana LPD yang
ditaruhnya di BPD Bali mencapai Rp 2,3 milyar lebih.
Masih rendahnya tingkat penyaluran dana ke para nasabah itu
antara lain disebabkan, mulai sepinya jumlah kunjungan wisatawan
domestik maupun mancanegara ke Desa Adat Batuan khususnya.
Desa adat itu dikenal sebagai pusat aneka kerajinan bernilai
seni dan ekonomi tinggi. Selain banyak terdapat perajin kecil,
pengusaha berskala besar yang melakukan kegiatan ekspor impor
ada di Desa Adat Batuan.
‘’Ciri pariwisata sepi karena perajin kecil dan
pengusaha makin sedikit jumlahnya yang meminjam kredit. Sebelumnya,
penyaluran kredit didominasi oleh pelaku UMKM,’’
terang Suamba lagi sambil menambahkan, tingkat suku bunga
yang diberikan kepada peminjam selama ini bervariasi antara
1,9 % sampai 2,5% per bulan.
Ini berarti sudah cukup bersaing dengan tingkat suku bunga
bank umum lainnya yang ada di Sukawati khususnya. Karena perekonomian
masyarakat setempat sangat tergantung pada sektor pariwisata,
laju pertumbuhan kredit yang disalurkannya juga tergantung
dari ramai tidaknya jumlah kunjungan wisatawan ke daerah ini.
Menurutnya lagi, kredit yang terserap di masyarakat selama
ini hampir semuanya untuk pelaku UMKM dan perajin kecil. *mur
|