04 Agustus 2008  
Home
Berita Terkini

 

Turis Sepi, Penyaluran Kredit LPD Turun
Gianyar (BisnisBali) - Akibat sepinya jumlah kunjungan wisatawan domestik maupun mancanegara pascaliburan sekolah, penyaluran kredit untuk perajin dan pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) mulai menurun. Hal ini paling tidak dialami LPD Batuan, Sukawati.

Penyaluran kreditnya menunjukkan penurunan dari sebelumnya Rp 500 juta per bulan menjadi Rp 200 juta per bulan. Kondisi ini membuat pula dana yang disimpannya di Bank Pembangunan Daerah (BPD) Bali lumayan tinggi.

I Made Suamba, S.H., Kepala LPD Batuan Sabtu (2/8) lalu di kantornya menjelaskan, sampai saat ini kredit yang berhasil disalurkannya mencapai Rp 2,9 milyar lebih. Dana LPD yang ditaruhnya di BPD Bali mencapai Rp 2,3 milyar lebih.

Masih rendahnya tingkat penyaluran dana ke para nasabah itu antara lain disebabkan, mulai sepinya jumlah kunjungan wisatawan domestik maupun mancanegara ke Desa Adat Batuan khususnya.

Desa adat itu dikenal sebagai pusat aneka kerajinan bernilai seni dan ekonomi tinggi. Selain banyak terdapat perajin kecil, pengusaha berskala besar yang melakukan kegiatan ekspor impor ada di Desa Adat Batuan.

‘’Ciri pariwisata sepi karena perajin kecil dan pengusaha makin sedikit jumlahnya yang meminjam kredit. Sebelumnya, penyaluran kredit didominasi oleh pelaku UMKM,’’ terang Suamba lagi sambil menambahkan, tingkat suku bunga yang diberikan kepada peminjam selama ini bervariasi antara 1,9 % sampai 2,5% per bulan.

Ini berarti sudah cukup bersaing dengan tingkat suku bunga bank umum lainnya yang ada di Sukawati khususnya. Karena perekonomian masyarakat setempat sangat tergantung pada sektor pariwisata, laju pertumbuhan kredit yang disalurkannya juga tergantung dari ramai tidaknya jumlah kunjungan wisatawan ke daerah ini.

Menurutnya lagi, kredit yang terserap di masyarakat selama ini hampir semuanya untuk pelaku UMKM dan perajin kecil. *mur
  Arsip

copyright bisnisbali.com 2005 all right reserved. Designed, developed and maintained by IT Balipost