Denpasar (BisnisBali) - Kalangan usaha mikro kecil
dan menengah (UMKM) di Bali menilai sejumlah bank besar yang
beroperasi di Bali hingga triwulan III belum serius untuk
mengucurkan kredit. Mereka lebih tertarik menghimpun dana
pihak ketiga dengan iming-iming hadiah besar daripada menyalurkan
kredit untuk usaha produktif.
Jikapun menyalurkan kredit bank-bank ini lebih menyasar
sektor konsumsi. “Hingga kini pelaku UMKM masih kesulitan
mendapatkan kredit yang murah,” ujar Ketua Forum Daerah
(Forda) UKM Bali Budi Wirayadnya, Minggu (3/8) kemarin.
Menurut Budi, kondisi ini tentu tidak menguntungkan bagi
pelaku UMKM di daerah ini yang saat ini sedang berupaya
untuk bertahan pascakenaikan harga bahan bakar minyak yang
memicu peningkatan biaya produksi. Pelaku UMKM mengharapkan
bank bisa memberi bunga yang murah dan proses yang lebih
mudah.
“Kami juga berharap bank-bank yang menyalurkan dana
Program Kemitraan Bina Lingkungan (PKBL) menyalurkan dana
itu secara maksimal. Jangan parkir dana murah itu di bank,’’
ujar pebisnis landscape dan program komputer ini.
Sementara pelaku UMKM yang begerak di bisnis kertas rumput
dan properti Wayan Suarembawa, S.E., Ak. menjelaskan keinginan
pelaku UMKM untuk memanfaatkan kredit bank belakangan ini
cukup tinggi. Kondisi ini dipicu oleh perbaikan kondisi
sektor pariwisata Bali belakangan ini. “Mereka masih
banyak terganjal masalah persyaratan jaminan,” jelasnya.
Ia berharap pemerintah daerah bekerja sama dengan bank-bank
penyalur Kredit Usaha Rakyat (KUR) lebih mensosialisasikan
program ini. Hingga saat ini masih banyak UMKM yang belum
mengerti bagaimana mendapatkan dana program tersebut.
Data yang ada menunjukkan kinerja perbankan di Bali awal
2008 memang menunjukkan peningkatan namun belum sesuai yang
diharapkan. Fungsi intermediasi dapat dikatakan belum mengalami
perubahan yang berarti, dalam lima tahun terakhir rasio
penyaluran kredit terhadap dana yang dihimpun (loan to deposit
ratio/LDR) berkisar pada angka 53,4%. Angka ini masih di
bawah angka LDR secara nasional yang berkisar antara 60-70
persen. *bia
|