04 Agustus 2008  
Home
Berita Terkini

 

Perbankan Dinilai belum Serius Kucurkan Kredit
Denpasar (BisnisBali) - Kalangan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Bali menilai sejumlah bank besar yang beroperasi di Bali hingga triwulan III belum serius untuk mengucurkan kredit. Mereka lebih tertarik menghimpun dana pihak ketiga dengan iming-iming hadiah besar daripada menyalurkan kredit untuk usaha produktif.

Jikapun menyalurkan kredit bank-bank ini lebih menyasar sektor konsumsi. “Hingga kini pelaku UMKM masih kesulitan mendapatkan kredit yang murah,” ujar Ketua Forum Daerah (Forda) UKM Bali Budi Wirayadnya, Minggu (3/8) kemarin.

Menurut Budi, kondisi ini tentu tidak menguntungkan bagi pelaku UMKM di daerah ini yang saat ini sedang berupaya untuk bertahan pascakenaikan harga bahan bakar minyak yang memicu peningkatan biaya produksi. Pelaku UMKM mengharapkan bank bisa memberi bunga yang murah dan proses yang lebih mudah.

“Kami juga berharap bank-bank yang menyalurkan dana Program Kemitraan Bina Lingkungan (PKBL) menyalurkan dana itu secara maksimal. Jangan parkir dana murah itu di bank,’’ ujar pebisnis landscape dan program komputer ini.

Sementara pelaku UMKM yang begerak di bisnis kertas rumput dan properti Wayan Suarembawa, S.E., Ak. menjelaskan keinginan pelaku UMKM untuk memanfaatkan kredit bank belakangan ini cukup tinggi. Kondisi ini dipicu oleh perbaikan kondisi sektor pariwisata Bali belakangan ini. “Mereka masih banyak terganjal masalah persyaratan jaminan,” jelasnya.

Ia berharap pemerintah daerah bekerja sama dengan bank-bank penyalur Kredit Usaha Rakyat (KUR) lebih mensosialisasikan program ini. Hingga saat ini masih banyak UMKM yang belum mengerti bagaimana mendapatkan dana program tersebut.

Data yang ada menunjukkan kinerja perbankan di Bali awal 2008 memang menunjukkan peningkatan namun belum sesuai yang diharapkan. Fungsi intermediasi dapat dikatakan belum mengalami perubahan yang berarti, dalam lima tahun terakhir rasio penyaluran kredit terhadap dana yang dihimpun (loan to deposit ratio/LDR) berkisar pada angka 53,4%. Angka ini masih di bawah angka LDR secara nasional yang berkisar antara 60-70 persen. *bia

  Arsip

copyright bisnisbali.com 2005 all right reserved. Designed, developed and maintained by IT Balipost